TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Batu Nisan Mbah Priok di TPU Semper Dicuri
Tribunnews.com - Rabu, 26 Mei 2010 13:53 WIB

Andri Malau
Gerbang makam Mbak Priok di Koja
Berita Terkait: Tragedi Priok Berdarah
Laporan wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak lima batu nisan makam 12 habib yang ada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper hilang dicuri. Salah satu batu nisan yang hilang adalah milik makam Habib Husein Al Hadad alias Mbah Priok.
"Lima batu nisan hilang dicuri pada pukul 18.30 malam, saat itu sisanya tinggal tujuh," ujar Juru Rawat TPU Semper, Serli saat memberikan kesaksian dalam acara "Penjelasan Mengenai Kerusuhan Koja" di Balaikota, Jakarta, Rabu (26/5/2010).
Menurut Serli, saat itu ada orang yang mengaku sebagai ahli waris dari keluarga Habib Hasan Al Hadad datang ke TPU Semper. Orang tersebut menawarkan kepada dirinya untuk merawat batu nisan di TPU Dobo, karena ia ingin membangun kembali TPU Dobo yang sebelumnya sudah dipindahkan, namun tawaran tersebut ditolak Serli.
"Bagaimana pak? Makam di Dobo saya mau bangun kembali, bapak mau nggak ikut saya," kata Serli menirukan permintaan ahli waris itu. Serli mengaku saat itu menolak tawaran itu.
Pada saat itulah, keesokan harinya sekitar pukul 18.30 malam, Serli terkejut saat mendapati lima batu nisan telah dicuri termasuk milik Habib Husein Al Hadad alias Mbah Priok.
"Saya lihat jam 6.30 lima batu nisan tidak ada, tinggal tujuh yang tersisa," tandasnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak lima batu nisan makam 12 habib yang ada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper hilang dicuri. Salah satu batu nisan yang hilang adalah milik makam Habib Husein Al Hadad alias Mbah Priok.
"Lima batu nisan hilang dicuri pada pukul 18.30 malam, saat itu sisanya tinggal tujuh," ujar Juru Rawat TPU Semper, Serli saat memberikan kesaksian dalam acara "Penjelasan Mengenai Kerusuhan Koja" di Balaikota, Jakarta, Rabu (26/5/2010).
Menurut Serli, saat itu ada orang yang mengaku sebagai ahli waris dari keluarga Habib Hasan Al Hadad datang ke TPU Semper. Orang tersebut menawarkan kepada dirinya untuk merawat batu nisan di TPU Dobo, karena ia ingin membangun kembali TPU Dobo yang sebelumnya sudah dipindahkan, namun tawaran tersebut ditolak Serli.
"Bagaimana pak? Makam di Dobo saya mau bangun kembali, bapak mau nggak ikut saya," kata Serli menirukan permintaan ahli waris itu. Serli mengaku saat itu menolak tawaran itu.
Pada saat itulah, keesokan harinya sekitar pukul 18.30 malam, Serli terkejut saat mendapati lima batu nisan telah dicuri termasuk milik Habib Husein Al Hadad alias Mbah Priok.
"Saya lihat jam 6.30 lima batu nisan tidak ada, tinggal tujuh yang tersisa," tandasnya.
Penulis: Willy Widianto | Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Metropolitan Terbaru
BERITA TERKINI
- Nelayan Tamalera Nyaris Tewas Diseret Ikan Pari
- Evakuasi Dihentikan, Stok Logistik di Cimelati Masih…
- Hari Ini Evakuasi Korban Sukhoi akan Dihentikan
- Syukri Abdullah dan Cut Yetty Hanya Rekan Bisnis
- Kejagung akan Sita Apartemen Dana Widyatmika
- Tak Ada Pemain Barcelona di Skuad Timnas Spanyol
- MK Tolak Gugatan Pasangan Aiyub-Hasbi
- Kejagung Sudah Dua Kali Panggil Sumita Tobing
- 189 Anggota Tim SAR akan 'Sapu' Lokasi
- Usai Sidang, Warga Coba Merebut Ketua Adat
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan


