TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Wagub DKI: Warga Main Bacok
Tribunnews.com - Rabu, 26 Mei 2010 13:30 WIB

ANDRIMALAU/TRIBUNNEWS.COM
Massa merusak mobil milik Sat Pol PP saat bentrokan, Rabu (14/4/2010) penggusuran makam Mbah Priok di Koja Jakarta Utara
Berita Terkait: Tragedi Priok Berdarah
Laporan wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggap wajar beranggapan pengerahan 1.750 aparat Satuan Polisi Pamong Praja saat kerusuhan di areal makam Habib Hasan Al Haddad alias Mbah Priok Koja, 14 April 2010 lalu.
Wakil Gubernur, Prijanto mengatakan, pengerahan 1.750 personil aparat Satpol PP tersebut bukanlah penyebab terjadinya bentrokan dengan warga.
"Tidak benar kalau dikatakan berlebihan. Ada banyak faktor dan pertimbangan untuk jumlah tersebut," ujarnya saat memberi Penjelasan mengenai kerusuhan Koja, di Balai Agung Pemprov DKI Jakarta, Rabu (26/5/2010).
Prijanto menjelaskan, pengerahan Satpol PP dengan jumlah sebesar itu tidaklah terkonsentrasi pada satu titik saja, melainkan ada empat sektor posisi Satpol PP dalam kerusuhan tersebut, yang kemudian menjadi terdesak akibat kedatangan massa warga.
"Kalau dibandingkan, warga itu bahkan ada yang bawa klewang. Mereka boleh membacok karena emosi, tapi Satpol PP tidak," jelasnya.
Orientasi Satpol PP dalam bentrokan tersebut, lanjut Prijanto adalah mengamankan dengan hidup-hidup. Sehingga, dengan keberingasan massa tersebut, aparat Satpol PP pun tetap terpukul mundur.
"Satpol PP terjepit. Sektor-sektor pengamanan jebol. Akhirnya kejadian menjadi berlarut-larut seperti itu," tandasnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggap wajar beranggapan pengerahan 1.750 aparat Satuan Polisi Pamong Praja saat kerusuhan di areal makam Habib Hasan Al Haddad alias Mbah Priok Koja, 14 April 2010 lalu.
Wakil Gubernur, Prijanto mengatakan, pengerahan 1.750 personil aparat Satpol PP tersebut bukanlah penyebab terjadinya bentrokan dengan warga.
"Tidak benar kalau dikatakan berlebihan. Ada banyak faktor dan pertimbangan untuk jumlah tersebut," ujarnya saat memberi Penjelasan mengenai kerusuhan Koja, di Balai Agung Pemprov DKI Jakarta, Rabu (26/5/2010).
Prijanto menjelaskan, pengerahan Satpol PP dengan jumlah sebesar itu tidaklah terkonsentrasi pada satu titik saja, melainkan ada empat sektor posisi Satpol PP dalam kerusuhan tersebut, yang kemudian menjadi terdesak akibat kedatangan massa warga.
"Kalau dibandingkan, warga itu bahkan ada yang bawa klewang. Mereka boleh membacok karena emosi, tapi Satpol PP tidak," jelasnya.
Orientasi Satpol PP dalam bentrokan tersebut, lanjut Prijanto adalah mengamankan dengan hidup-hidup. Sehingga, dengan keberingasan massa tersebut, aparat Satpol PP pun tetap terpukul mundur.
"Satpol PP terjepit. Sektor-sektor pengamanan jebol. Akhirnya kejadian menjadi berlarut-larut seperti itu," tandasnya.
Penulis: Willy Widianto | Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Metropolitan Terbaru
BERITA TERKINI
- Nelayan Tamalera Nyaris Tewas Diseret Ikan Pari
- Evakuasi Dihentikan, Stok Logistik di Cimelati Masih…
- Hari Ini Evakuasi Korban Sukhoi akan Dihentikan
- Syukri Abdullah dan Cut Yetty Hanya Rekan Bisnis
- Kejagung akan Sita Apartemen Dana Widyatmika
- Tak Ada Pemain Barcelona di Skuad Timnas Spanyol
- MK Tolak Gugatan Pasangan Aiyub-Hasbi
- Kejagung Sudah Dua Kali Panggil Sumita Tobing
- 189 Anggota Tim SAR akan 'Sapu' Lokasi
- Usai Sidang, Warga Coba Merebut Ketua Adat
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan


