- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Banyak Polisi Jebolan Luar Negeri, Jakarta Tetap Macet

- Perpanjangan Jalur 'Contra Flow' Diusulkan BPJT
- Underpass dan Flyover Bukan Jaminan Jakarta Bebas…
- Jalan Rappocini Makassar Macet Sepanjang Satu Kilometer
- Hotel Aryaduta Tugu Tani Terbakar, Lalu Lintas Macet
- 'Contra Flow' akan Diberlakukan di Thamrin-Pondok…
- Pemberlakuan 'Contra Flow' Tol Dalam Kota Jakarta(FOTO)
Laporan Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) merasa prihatin dengan cara kerja jajaran Lalu lintas Polda Metro Jaya. Akibat cara kerjanya tidak sistematis, situasi lalulintas di Ibukota Jakarta terbiarkan semrawut.
Tidak hanya Kapolda Metro Jaya sebagai penguasa wilayah yang malu jika kemacetan lalulintas Jakarta terus dibiarkan semrawut, tapi juga Kapolri sebagai penentu kebijakan termasuk dalam mengatasi kemacetan di ibukota.
"Padahal di Polri banyak perwira yang mempunyai kemampuan dalam melakukan rekayasa lalulintas. Bahkan mereka lulusan dari Australia, Inggris, Belanda, dan lainnya. Tapi kenapa tidak diberdayakan dengan maksimal," ujar Ketua Presidium IPW, Neta Saputra Pane, dalam siaran pers kepada Tribunnews.com, Senin (9/1/2012).
Menurut Neta, berdasarkan pengamatan IPW, situasi lalulintas di Jakarta sejak dua bulan terakhir makin parah karena padat dan tidak terkendali. Gambaran di lapangan menunjukan seolah tidak ada upaya yang maksimal dari jajaran Polda Metro Jaya untuk melakukan rekayasa lalulintas dlm mengurai kemacetan. Contoh yang paling aktual untuk menunjukan kondisi macet yang sangat parah itu ada di dua tempat.
Pertama, di kawasan Cawang, Jakarta Timur, baik di jalur tol maupun arteri. Untuk bisa lolos dari Pintu Tol Halim menuju tol dalam kota, pengemudi harus bertarung selama 45 sampai 60 menit. Begitu juga di jalur arteri, kemacetan parah terjadi mulai keluar tol Halim hingga ke Stasiun Cawang. Jalur yg hanya 1,5 km ini harus ditempuh 60 sampai 75 menit. "Kemacetan ini tentu sangat memprihatinkan dan sekaligus memalukan, mengingat kawasan Cawang adalah pintu masuk Jakarta dari arah timur," tandasnya.
Kedua, di kawasan Semanggi atau tepatnya di depan Polda Metro Jaya, saat memasuki jam pulang kerja pada sore hari. Kemacetanan di kawasan ini seharusnya mampu membuat petinggi Lalulintas Polda Metro Jaya merasa malu, mengingat kemacetan ada di depan hidung mereka.
Untuk itu, IPW berharap Kapolri dan Kakorlantas Polri mencermati hal ini. Kemacetan lalulintas Jakarta yang makin parah jangan dibiarkan apa adanya hingga kesemarawutan membuat pengguna jalan ibukota prustrasi.
Menurut Neta, khusus untuk kawasan pintu masuk Jakarta harus ada kerjasama Lalulintas Polda Metro dengan pihak Jalan Tol untuk melakukan rekayasa lalulintas agar kemacetan bisa terurai.
- Penyerahan Korban WNA Tunggu Koordinasi Kedubes
- Ini Donat Berbentuk Spiderman, Rasanya Sesuatu Banget…
- Putusan Sela PTUN Menghambat Kerja Pemprov Bengkulu
- Dua Ruko di Lhokseumawe Terbakar
- Rehab Rumah Miskin Rp 3 Juta
- Denny Indrayana Dukung KPK Cekal Mahfud Suroso
- Siantar Hasilkan 10 Drum Oli Kotor
- Gedung Rp 28 Miliar Tidak Layak Digunakan
- Fogging 50 Fokus Habiskan 118 Juta
- Hari ini Sidang Afriyani Dengarkan Keterangan Saksi
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo


