Kamis, 24 Mei 2012

Percuma Bayar Pajak, Jalan Segini Saja tak Dibetulin

Tribunnews.com - Minggu, 5 Februari 2012 08:10 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Percuma Bayar Pajak, Jalan Segini Saja tak Dibetulin
TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRA/NEV
Warga Jl Pangeran Suryanata RT 3 Kelurahan Air Putih, Kota Samarinda, menanam pohon pisang, kursi plastik rusak, peti kayu, buah durian dan apel, serta buah pisang di tengah jalan semenjak 10 hari lalu, Minggu (29/1/2012).Cara ini dilakukan untuk mengingatkan pemerintah untuk memperbaiki jalan rusak yang sering mengakibatkan korban jatuh. Warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, sebelum ditanami pohon pisang, pengguna jalan sering mengalami kecelakaan atau terjatuh di ruas jalan ini. (TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Kondisi jalan rusak, lubang menganga bak kubangan kerbau, tepat di antara SPBU dan kantor Lock and Lock, di Jalan Ciater, Desa Sarua, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, sudah berbulan-bulan diabaikan pemerintah.

Kemacetan berjam-jam terjadi hampir sepanjang hari, terutama pagi dan sore. Padahal, jalan desa tersebut merupakan jalur utama dari arah Ciputat dan Pamulang menuju Bumi Serpong Damai. Kekesalan warga dihimpun sepanjang Sabtu-Minggu (4-5/2/2012) menunjukkan kegagalan pemerintah daerah dalam merawat jalan. Terbukti, lubang besar yang tidak segera diperbaiki menyebabkan perjalanan dari arah pintu keluar tol BSD-Pamulang menuju persimpangan Pamulang Dua yang hanya berjarak tidak kurang dari 3 kilometer harus ditempuh selama 1-2jam.

"Percuma bayar pajak. Percuma pilih gubernur, percuma pilih walikota, kalau lubang kecil begini saja enggak dibetulin," ujar Johnny, warga Grand Serpong Residence, dengan kesal. Dana, warga Bintaro, pun tidak habis pikir. Jalan rusak begitu tidak cepat diperbaiki. Percuma petugas DLLAJ diterjunkan, kalau Dinas Pekerjaan Umum Tangerang Selatan dan Banten cuek saja.

"Kalau Pilkada saja, jalan dibetulin. Begitu menjabat kepala daerah, seperti Atut dan Rano Karno, mereka lupa. Rakyat dibohongi nih kalau begini terus," ujar Dana, semalam.

Fungsi jalan desa ini semestinya harus ditingkatkan. Sebab, truk kontainer pabrik maupun distributor serta truk pengolah adukan semen seperti Adimix dan Holcim dan truk tangki SPBU kerap berlalu-lalang di sepanjang jalan tersebut. Walaupun diatur jam masuknya, kerap kali truk-truk itu juga melanggar. Begitu juga bus-bus berukuran besar juga kerap melintas di jalan itu.


Editor: Gusti Sawabi  |  Sumber: Kompas.com
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup