Korban Longsor Puncak Terpaksa Berutang untuk Biaya Pengobatan Karena Tak Punya Uang

Ia sempat terpaksa keluar dari RSUD Cimacan karena tidak punya biaya untuk perawaran luka yang dia alami.

Korban Longsor Puncak Terpaksa Berutang untuk Biaya Pengobatan Karena Tak Punya Uang
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Hendra, korban selamat saat longsor di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor 

TRIBUNJAKARTA.COM, CISARUA - Hendra (29), korban longsor di Puncak Bogor ini mengalami luka di bagian kepala dan kaki.

Hendra tertimpa besi dan dada terkena batu saat longsor menimpa lapaknya di kawasan Masjid Attaawun Puncak Bogor pada Senin (5/2/2018) lalu.

Ia sempat terpaksa keluar dari RSUD Cimacan karena tidak punya biaya untuk perawaran luka yang dia alami.

Baca: Polisi Lakukan Olah TKP di Lokasi Tabrak Lari yang Tewaskan Produser RTV

Hendra mengaku dikenakan biaya perawatan Rp 500 ribu oleh pihak rumah sakit.

Namun akhirnya pihak keluarga membayar Rp 600 ribu karena ia tidak segera keluar dari rumah sakit itu.

Padahal menurutnya, pihak rumah sakit menyarankan untuk perawatan lebih lama lagi.

"Awalnya Rp 500 ribu biayanya, tapi saya telat keluarnya, jadi Rp 600 ribu bayarnya, orang rumah sakit nyuruhnya dirawat satu hari, tapi kan gak ada dana," ujar Hendra kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (9/2/2018).

Baca: Pantun Sandiaga Uno Saat Buka Acara Semarak Membara OK OCE

Lanjutnya, uang tersebut berasal dari ibunya, sementara ayahnya sudah meninggal dunia.

Bahkan sang ibu harus meminjam uang ke sana kemari untuk membiayai pengobatannya, karena pekerjaan ibunya sebagai rumah tangga tak mencukupi.

"Orangtua mikirnya gak ada bantuan, jadi orang tua sampai pinjem-pinjem untuk biaya saya dirawat," ujar Hendra.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Sabtu (10/2/2018) pukul 14.00 WIB, Hendra tampak duduk di parkiran Kantor Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Ia masih menunggu kedatangan Menteri Sosial yang akan memberikan bantuan korban longsor setelah ia dihubungi oleh pemerintah setempat. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help