Ditutupnya Jalur Puncak Berdampak pada Anjloknya Omzet Pedagang Oleh-oleh

sebelum penutupan jalur di hari libur ia bisa meraih omzet Rp 1 juta per hari dan di hari biasa mendapat Rp 200 ribu perharinya

Ditutupnya Jalur Puncak Berdampak pada Anjloknya Omzet Pedagang Oleh-oleh
Tribun Bogor
Pedagang oleh-oleh di kawasan Puncak Bogor 

TRIBUNJAKARTA.COM, BOGOR - Pedagang oleh-oleh di kawasan Puncak mengeluh akibat ditutupnya Jalur Puncak Bogor di kawasan Gunung Mas hingga Ciloto.

Penutupan itu berdampak pada menurunnya pendapatan pedagang akibat tidak wisatawan yang datang ke puncak.

Seperti yang diungkapkan oleh pedagang oleh-oleh di Jalan Raya Puncak, kawasan Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Abdul Latif (20).

Di kawasan tersebut, kendaraan roda empat masih bisa melintas seperti biasanya namun pembeli oleh-oleh tetap menurun drastis.

"Wah kalo yang beli sekarang turun banget, nyampe 80 persenan lah," ujar Abdul kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (13/2/2018).

Baca: Saat Ini ME Tersangka Pembunuh Satu Keluarga Belum Bisa Ditemui

Ia menjelaskan bahwa sebelum penutupan jalur di hari libur ia bisa meraih omzet Rp 1 juta per hari dan di hari biasa mendapat Rp 200 ribu perharinya.

Namun sejak penutupan kawasan Riung Gunung yang mulai ditutup di kawasan Gunung Mas, pria yang sudah lima tahun berjualan ini harus bersabar.

"Sejak ditutup, paling kalo akhir pekan saya dapet Rp 150 ribu, hari biasanya cuma Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu, itu juga yang beli orang Arab doang, wisatawan lokal mah hampir gak ada," ungkapnya.

Ia berharap bahwa pembukaan jalur di Riung Gunung segera dibuka seperti biasanya karena ia merasa terkena dampaknya walau pun daerah tempat ia berjualan tidak ikut ditutup.

"Saya pengennya sih itu penutupan segera dibuka jalurnya, soalnya sepi banget yang beli, yang datang ke Puncak jadi pada gak ada," ungkapnya. (Naufal Fauzy)

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help