DPR Apresiasi Vonis Tinggi Kasus Narkoba yang Jerat Mantan PNS Kemenkeu

"Barang bukti lebih dari 30 gram, menjadi gambaran oknum PNS Ditjen Pajak ini bukan sekedar sebagai pemakai yang harus direhabilitasi."

DPR Apresiasi Vonis Tinggi Kasus Narkoba yang Jerat Mantan PNS Kemenkeu
Tribun Jakarta/Wahyu Aji
Ahmad Sahroni 

TRIBUNJAKARTA.COM, SENAYAN - Pengadilan Tinggi Manado memberatkan vonis mantan Kepala Bidang Pendaftaran Ekstensifikasi Penilaian Dirjen Pajak kantor Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Kanwil Suluttenggomalut) Wahyu Nugroho dengan vonis delapan tahun.

Putusan yang jauh lebih berat dibanding vonis di Pengadilan Negeri Manado ini mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni.

Dirinya menilai vonis delapan tahun penjara ini membuktikan aparat pengadilan, khususnya di pengadilan tinggi benar-benar berkomitmen perang terhadap narkoba.

Sahroni menambahkan, vonis tinggi dijatuhkan Pengadilan Tinggi Manado sekaligis membuktikan adanya kejanggalan dari putusan diberikan oleh PN Manado.

"Barang bukti lebih dari 30 gram seharusnya sudah menjadi gambaran oknum PNS Ditjen Pajak ini bukan sekedar sebagai pemakai yang harus direhabilitasi," kata Sahroni lewat pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Politikus Partai NasDem ini juga mengapresiasi kinerja Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito dan jajarannya dalam pemberantasan narkoba.

Apresiasi juga disampaikan Sahroni terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Dirjen Pajak yang mau berkomitmen melakukan pemberatasan narkoba di lingkungan Kementerian Keuangan.

Sebelumnya Hakim Juru Bicara  Pengadilan Negeri (PN) Manado, Vincentius Banar Senin (12/2) membenarkan vonis delapan tahun terhadap Wahyu Nugroho.

“Nugroho divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Manado, dengan hukuman pidana 8 tahun penjara dan denda satu miliar Rupiah,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan selain Wahyu, terdakwa Totok Hartono yang terlibat dalam kasus yang sama juga mendapat ganjaran serupa.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help