Kisah Hari: Jadi Guru, TKI, hingga Penjual Nasi Bebek

Begitulah rutinitas yang dilakukan Hari, satu dari sekian banyak penjual nasi bebek di seantero Ibukota ini.

Kisah Hari: Jadi Guru, TKI, hingga Penjual Nasi Bebek
TribunJakarta.com/ Satrio Trengginas
Hari bersama warung nasi bebeknya di Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA -Warung Nasi Bebek kerap menghiasi malam di setiap sudut Ibukota.

Tak sedikit orang yang menggemari rasa daging bebek berlumur sambal berwarna hitam khas Pulau Madura, Jawa Timur itu.

Saat senja berganti malam, semua penjaja warung nasi bebek segera membenahi tenda mereka untuk menjual dagangannya sepanjang malam.

Baca: Ditanya Pengalaman Horor di Rutan KPK, Apa Jawaban Novanto?

Begitulah rutinitas yang dilakukan Hari, satu dari sekian banyak penjual nasi bebek di seantero Ibukota ini.

Ia membuka warung bebeknya mulai pukul 17.00 WIB hingga Pukul 23.30 WIB.

Namun sewaktu merantau dari pulau Madura ke Jakarta, Hari bukanlah orang yang bertekad untuk berdagang.

Ia dipaksa keadaan untuk menjadi seorang penjual nasi bebek di Jakarta.

Baca: 4 Fakta Pembunuhan Sadis di Tangerang: Tetangga Dengar Teriakan, Ibu dan Anak Berpelukan

Halaman
12
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help