Paslon Pilwalkot Bekasi Hanya Boleh Gunakan Dana Kampanye Maksimal Rp 43 Miliar

Bila dana kampanye melebihi aturan yang ditetapkan, maka uang tersebut akan disimpan ke kas negara

Paslon Pilwalkot Bekasi Hanya Boleh Gunakan Dana Kampanye Maksimal Rp 43 Miliar
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kedua Paslon Walikota Bekasi dan Wakil Walikota Bekasi saat pengundian nomor urut. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Pasangan calon Wali Kota dan wakil Wali Kota hanya boleh menggunakan dana kampanye sebesar Rp 43 miliar.

Hal tersebut merupakan ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi.

Bila dana kampanye melebihi aturan yang ditetapkan, maka uang tersebut akan disimpan ke kas negara.

“Hanya dibatasi Rp 43 miliar, jadi di luar itu dana kampanye tidak boleh digunakan,” kata Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi, Selasa (13/2/2018).

Ucu mengatakan, KPU Kota Bekasi telah menetapkan dua pasangan calon dalam ajang Pilkada Kota Bekasi 2018 pada Senin (12/2/2018).

Dua pasangan calon itu yakni, Rahmat Effendi-Tri Adhianto Tjahyono dan Nur Surpiyanto-Adhy Firdaus.

Mereka juga telah mengambil nomor urut untuk di surat suara pencoblosan. Rahmat-Tri mendapat urutan 1, sedangkan Nur Firdaus mendapat urut 2.

Setelah penetapan pasangan dan nomor urut maka tahapan selanjutnya adalah masa kampanye partai.

Meski begitu, masing-masing calon lebih dulu memberikan laporan dana kampanyenya.

“Kami akan menunggu laporan dana kampanye masing-masing calon,” katanya. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help