Saat Anggota DPR Kritik Sikap Komisioner KPK ketika Bicara UU MD3

Masinton meminta Laode dan pimpinan KPK lainnya disiplin dalam berbicara karena sekarang ini sudah masuk tahun politik

Saat Anggota DPR Kritik Sikap Komisioner KPK ketika Bicara UU MD3
Tribunnews.com
Masinton Pasaribu 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu mengkritik sikap Komisioner KPK Laode Syarif yang mengeluarkan pernyataan UU MD3 mengatur soal pemanggilan anggota dewan bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi.

Menurut Masinton, Laode berkomentar sebelum membaca isi UU MD3‎.

"Apa yang disampaikan saudara Laode ini karena beliau belum baca tapi sudah mengomentari," katanya Masinton dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan KPK, Selasa, (13/2/2018).

Sebelumnya Laode mempermasalahkan Pasal 245 UU MD3 yakni dalam memanggil anggota dewan yang tersangkut masalah hukum harus mendapat izin presiden dengan pertimbangan MKD sebelumnya.

Baca: Usai Memberi Keterangan, Kedua Remaja Ini Disuruh Minta Maaf Oleh Ketua Hakim

Laode mengatakan norma tersebut bertentangan dengan UU KPK dan KUHP yang menjadi pegangan KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi. Norma tersebut bertentangan prinsip equality before the law.

Menurut‎ Masinton dalam UU MD3 telah jelas bila yang berkaitan dengan tindak pidana khusus, salah satunya korupsi tidak memerlukan izin presiden.

Masinton meminta Laode dan pimpinan KPK lainnya disiplin dalam berbicara karena sekarang ini sudah masuk tahun politik.

"Kita minta pimpinan KPK dalam bicara, bukan hanya pak Laode ya, ini juga tahun politik pak. penyebutan nama orang. saya juga pernah dengar itu salah satu pimpinan KPK menyebut nama orang yang itu masih belum ada kaitannya," katanya.

Masinton mengatakan KPK merupakan pelaksana Undang-undang, bukan penafsir. Oleh karena itu apabila KPK kecewa terhadapa suatu undang-undang tidak perlu dipublikasikan.

‎"Kami kecewa dengan putusan MK. itu obrolan di atas meja. bukan omongan yang untuk dipublish," ujarnya. (Tribunnews.com/Taufik Ismail)

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help