TribunJakarta/

BNN: Harga Narkoba di Indonesia Cukup Menjanjikan

Johny menyebut harga narkoba yang menjanjikan di Indonesia menjadikan nusantara menjadi satu tujuan perdagangan narkoba internasional

BNN: Harga Narkoba di Indonesia Cukup Menjanjikan
HUMAS POLRES JAKARTA UTARA
Narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam plastik teh China diungkap Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara, Senin (5/2/2018) HUMAS POLRES JAKARTA UTARA 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jakarta Johnypol Latupeirisa mengatakan, Indonesia kini menjadi pasar paling menjanjikan dalam perdagangan narkoba internasional.

Satu buktinya bisa dilihat dari penyitaan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1 ton yang dilakukan TNI AL Indonesia di Batam beberapa waktu lalu.

Johny menyebut harga narkoba yang menjanjikan di Indonesia menjadikan nusantara menjadi satu tujuan perdagangan narkoba internasional.

“Saya pernah didatangi konsulat Taiwan dan menanyakan berapa harga sabu-sabu di sana, beliau jawab sekitar Rp 200 ribu per gram kalau dikonversi menjadi rupiah, kalau dari pemasoknya di Cina harganya pasti di bawah itu.”

“Tetapi ketika sampai Indonesia harganya 1/4 gram saja bisa sekitar Rp 200 ribu - Rp 400 ribu atau dengan kata lain sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per gram. Hebatnya lagi orang Indonesia tak pernah tanya harga tapi selalu tanya ada barangnya atau tidak,” ujar Johny saat ditemui di kantornya di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018).

Johny mengatakan hal serupa juga pernah disampaikan Ketua BNN Pusat Komjen Pol Budi Waseso.

Bahkan Budi Waseso atau Buwas pernah mengatakan dilihat dari angka yang terungkap ada 3-4 ton narkoba yang masuk Indonesia.

“Bahkan perwakilan dari Cina mengatakan narkoba yang menuju ke Indonesia dari Cina saja bisa mencapai 250 ton per tahun. Angka prevalensi di Indonesia mencapai 4,2 juta orang, itu yang terungkap, belum yang di bawahnya.”

“Kalau dibiarkan bonus demografi Indonesia tahun 2020-2030 dan harapan mencapai Indonesia Emas tahun 2045 akan sia-sia,” katanya. (Rizal Bomantama)

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help