Satu Keluarga Dibunuh

Firasat Dua Mantan Karyawan di Hari-hari Terakhir Sebelum Teh Emah Tewas Dibunuh

Suara canda dan tawa dua wanita berderai dari salah satu kios di tengah Pasar Kebon Besar, Tangerang, Sabtu (10/2/2018) sore.

Firasat Dua Mantan Karyawan di Hari-hari Terakhir Sebelum Teh Emah Tewas Dibunuh
Istimewa/TribunJakarta.com
Nova (kiri), Nova (tengah atas), Emah (tengah kiri bawah) Tiara (tengah kanan bawah), Emah (kanan). Ketiganya tewas dibunuh suami dan ayah tiri mereka, Muchtar Effendi, Senin (12/2/2018). ISTIMEWA/TRIBUNJAKARTA.COM 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Suara canda dan tawa dua wanita berderai dari salah satu kios di tengah Pasar Kebon Besar, Tangerang, Sabtu (10/2/2018) sore.

Yanti (35), penjaga kios Mutiara, Blok A2, Nomor 13, menimpali obrolan Emah (40), majikannya yang dikenal ceriwis dan suka guyon.

Warga Perumahan Taman Kota Permai 2, Periuk, Tangerang, itu datang untuk mengambil uang setoran hasil penjualan busana muslim dan seragam sekolah dari kios yang Yanti jaga.

"Di situ saya becanda tentang handphone saya yang sudah jadul mas, sering rusak, dan ditelepon tidak ada suaranya," cerita Yanti kepada TribunJakarta.com, Rabu (14/2/2018).

Tak sungkan Yanti mengeluhkan handphonenya kepada Emah, yang di antara pada pedagang kios di pasar tersebut dijuluki Ayu Ting Ting.

Emah menanggapi keluhan Yanti dan berjanji akan memberikannya gaji keesokan harinya untuk membeli handphone baru, tapi tak benar-benar terlaksana.

Meski pertemuan itu tak lama, kehadiran Emah membuat suasana kios lebih ramai, penuh kelucuan.

"Emah hanya setengah jam mengunjungi toko," tambah Yanti.

Baca: Lewat Parfum Cinta Emah-Effendi Bersemi, Tapi Berakhir Tragis Lantaran Mobil Kreditan

Halaman
1234
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help