TribunJakarta/

Kisah Asep Ikuti Jejak Ayah Jadi Penjaga Pintu Pelintasan Kereta

Sebab, ia tidak bisa berharap banyak dengan masinis saat melaju kencang untuk memberhentikan keretanya.

Kisah Asep Ikuti Jejak Ayah Jadi Penjaga Pintu Pelintasan Kereta
TribunJakarta.com/ Satrio Trengginas
Asep Yusuf Maulana, Penjaga Jalur Perlintasan Kereta Api Lenteng Agung, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Sedari kecil, Asep Yusuf Maulana terbiasa mendengae kebisingan kereta yang melaju kencang serta bunyi suara peringatan palang pintu yang tertutup.

Pasalnya, ayahnya dulu bekerja sebagai Penjaga Jalan Lintasan (PJL) kereta api selama berpuluh-puluh tahun.

Tak ayal, ia pun tak asing melihat sang ayah bergelut dengan tugasnya sebagai PJL setiap hari.

Baca: Respon Ketua MUI Soal Kepala Daerah yang Larang Perayaan Valentine

"Ayah saya udah dari tahun 81 kerja sebagai penjaga perlintasan. Sekitar 32 tahun menjaga perlintasan kereta di Pos Lenteng Agung ini," kata Asep ketika ditemui, Selasa (13/2/2018).

Sementara dirinya, saat beranjak dewasa bekerja sebagai petugas lapangan di rel kereta.

"Sedangkan saya masuk kerja ngebantu perbaikan jalan dan jembatan sepanjang rel kereta. Tapi saya hanya outsourcing. Sedangkan ayah saya pegawai tetap," tuturnya.

Saat ayahnya hendak akan pensiun, Asep diberikan peluang untuk masuk sebagai penjaga perlintasan kereta di Lenteng Agung.

Baca: Kenapa Wanita yang Dibunuh Suaminya di Tangerang Dijuluki Ayu Ting Ting? Ini Alasannya

Halaman
123
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help