TribunJakarta/

Tradisi Patekoan Meriahkan Perayaan Imlek di Jakarta

Tradisi Patekoan atau menghidangkan teh gratis untuk masyarakat sudah dilakukan turun temurun.

Tradisi Patekoan Meriahkan Perayaan Imlek di Jakarta
artikel.rumah123.com
Tradisi Patekoan meriahkan perayaan Imlek di Jakarta 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - "Tradisi 'Patekoan' (8 Teko). Silahkan minum! Teh untuk kebersamaan. Teh untuk masyarakat," sebuah tulisan terpampang di atas meja dengan deretan teko dan cangkir enamel. 

Teko-teko tersebut bisa Anda temui ketika melewati kawasan pecinan Jakarta, yaitu di Glodok.

Jajaran teko berjumlah delapan terpasang rapi di atas meja yang ada di tepi jalan.

Empat teko berada di sisi kanan dan empat teko di sisi kiri, serta ada selusin cangkir di bagian tengahnya.

Teko-teko tersebut berisi teh tawar dan teh manis yang diracik menggunakan daun teh hasil panen para petani Nusantara.

Siapapun boleh mengambil dan meminum teh yang telah tersedia.

Tradisi unik Patekoan yang banyak diminati wisatawan saat perayaan imlek di Jakarta
Tradisi unik Patekoan yang banyak diminati wisatawan saat perayaan Imlek di Jakarta (phinemo.com)

Bila Anda melewati kawasan tersebut, Anda bisa mencoba menikmati warisan sosial Djie ini setiap hari, mulai pukul 08.00 sampai 19.00 WIB.

Menjelang Imlek, tempat tersebut ramai didatangi pengunjung, yang didominasi warga asli.

Dilansir dari phinemo, tradisi Patekoan atau menghidangkan teh gratis untuk masyarakat sudah dilakukan turun temurun.

Berawal dari kisah seorang Kapiten Tionghoa atau Kapitein der Chineezen ketiga di Batavia, Gan Djie.

Halaman
12
Penulis: rohmana kurniandari
Editor: rohmana kurniandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help