Anggota The Family Muslim Cyber Army ini Minta Maaf Sebar Isu Provokatif

Lalu, lanjut pria berambut spike itu juga meminta maaf kepada yang terkait dengan korban hoax.

Anggota The Family Muslim Cyber Army ini Minta Maaf Sebar Isu Provokatif
Wartakota/Mohamad Yusuf
Jaringan Muslim Cyber Army di Bareskrim Polri Rabu (28/2/2018) TRIBUNJAKARTA.COM/MOHAMAD YUSUF 

Laporan wartawan Warta Kota Mohamad Yusuf

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Enam anggota sindikat penyebar isu provokatif di media sosial ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim.

Mereka adalah Muhammad Lutfi (40), Riski Surya Darma (33), Ramdani Saputra (39), Yuspiadin (25), Ronny Sutrisno (40), dan Tara Arsih Wijayani (40).

Lutfi mewakili para tersangka itu, mengakui kesalahan dan menyesali perbuatannya.

Baca: Catat Jadwalnya! Deretan Film Indonesia Ini Rilis pada Maret 2018

“Kami memohon maaf terutama pada bangsa Indonesia, yang dipimpin oleh jajaran paling tertinggi (Presiden). Lalu kepada Mabes juga yang ada di sini, cybercrime. Saya mengakui telah menyesal, dan tadi juga sepakat teman-teman diatas mengakui juga kepada saya, menyesal mereka semua,” kata Lutfi, mengenakan kaos Tahanan Siber Bareskrim warna merah, di gedung Dittipid Siber Bareskrim Polri, Jatibaru, Tanahabang, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).

Lalu, lanjut pria berambut spike itu juga meminta maaf kepada yang terkait dengan korban hoax.

Mereka menegaskan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Baca: Underpass Kartini di Lebak Bulus Sarat dengan Artistik Bernuansa Betawi

“Karena beda mungkin pandangan sebagai jurnalis, kami dibilang hoax atau bohong, karena kami tersangka. Ada perbedaan yang telah disampaikan oleh salah satu kepolisian, yang saya enggak tahu pangkatnya yang inisialnya S. Merekalah yang menyadarkan kami semua disini. Itu adalah segi daripada yang namanya analis kalau dalam Islam itu qiyas, dalam akidah,” ujarnya.

Seperti diketahui, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bersama Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelijen Keamanan mengungkap sindikat penyebar isu-isu provokatif di media sosial.

Mereka tergabung dalam grup WhatsApp "The Family MCA (Muslim Cyber Army)".

Baca: Perumahan DP 0 Rupiah Akan Tetap Dibangun PT Nusa Kirana Meski Tidak Disetujui Pemerintah

Konten-konten yang disebarkan pelaku meliputi isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia, penculikan ulama, dan pencemaran nama baik presiden, pemerintah, hingga tokoh-tokoh tertentu.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Fadil Imran mengatakan grup jaringan MCA terbagi menjadi dua.

Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved