Tidak Pernah Meminta Grasi, Kuasa Hukum Sebut Abu Bakar Baasyir Ingin Jadi Tahanan Rumah

Menurutnya, Baasyir enggan menerima grasi karena harus mengakui kesalahan yang tidak dilakukan

Tidak Pernah Meminta Grasi, Kuasa Hukum Sebut Abu Bakar Baasyir Ingin Jadi Tahanan Rumah
TribunJakarta/Bima Putra
Abu Bakar Baasyir saat keluar dari RSCM Kencana, Senen, Jakarta Pusat dengan menggunakan kursi roda, Kamis (1/2/2018) 

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH- Terpidana terorisme, Abu Bakar Baasyir disebut tidak pernah mengajukan permohonan grasi kepada Presiden.

Keterangan tersebut disampaikan kuasa hukum Abu Bakar Baasyir, Guntur Fattahillah.

Baca: Sandiaga Akan Tawarkan Kepada Para Pemilik Gedung di Melawai Bersedia Tampung PKL

Hal ini disampaikan Guntur, terkait kabar pemberian grasi kepada Baasyir.

"Tidak mau (pemberian grasi). Makanya, kita juga bingung yang mewacanakan siapa, beliau sendiri tidak mau. Itu yang disampaikan kepada kami," kata Guntur kepada wartawan, Kamis (1/3/2018).

Menurutnya, ada pertimbangan dari badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO), bila orang yang sudah berusia 80 seharusnya, dia dirawat oleh anggota keluarga.

"Butuh komunikasi intensif keluarga," jelas Guntur.

Menurutnya, Baasyir enggan menerima grasi karena harus mengakui kesalahan yang tidak dilakukan.

"Saya hanya menjalankan keyakinan saya, agama saya, dan menerangkan tentang agama Islam," kata Guntur menirukan ucapan Baasyir.

Meski begitu, Guntur berharap bila pemerintah menjadikan Baasyir sebagai tahanan rumah. (Wata Kota).

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved