Kecelakaan Maut Subang

Kehilangan Dua Orang Tua, Suasana Rumah Keluarga Korban Tanjakan Emen Ini Berbeda

"Sangat beda, rumah yang biasanya ramai sekarang sangat sepi," ujar Yuliana di rumahnya di kawasan Legoso, Pisangan, Ciputat Timur.

Kehilangan Dua Orang Tua, Suasana Rumah Keluarga Korban Tanjakan Emen Ini Berbeda
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Yuliana (33), anak pertama dari almarhum Jono dan Sugiyanti yang tewas karena kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi putra kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Nyaris satu bulan lewat, musibah kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat,menyebabkan 27 korban meninggal dunia.

Dari puluhan korban tewas, 15 orang diantara adalah warga Legoso, Ciputat, Tangerang Selatan.

Seorang anggota keluarga korban hingga hari ini masih belum percaya kehilangan kedua orang tuanya.

Yuliana (33), anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Almarhum Jono (57) dan Sugianti (55), mengaku masih tidak percaya bahwa kedua orang tuanya sudah pergi untuk selamanya.

Baca: Kasih Saran Potong Selang Rem, Mekanik Bus Jadi Tersangka Laka Maut Tanjakan Emen

Sebelumnya diberitakan, Jono dan istrinya bernama Sugianti menjadi satu diantara 26 korban meninggal akibat tragedi kecelakaan bus Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, pada tanggal 10 Februari 2018.

Diwawancarai TribunJakarta.com, ia mengatakan suasana rumah sangat berbeda pasca tiga minggu orang tuanya dimakamkan secara massal.

"Sangat beda, rumah yang biasanya ramai sekarang sangat sepi," ujar Yuliana di rumahnya di kawasan Legoso, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (3/3/2018).

Baca: Suasana Berkabung Masih Terasa di Wilayah Tempat Tinggal Korban Kecelakaan Tanjakan Emen

Halaman
12
Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help