Sehidup Semati, Pasutri Korban Tanjakan Emen Ini Selalu Bersama Bahkan Luka yang Sama

Kedua orang tua Yuliana, yaitu Jono (57) dan istrinya bernama Sugianti (55) menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut.

Sehidup Semati, Pasutri Korban Tanjakan Emen Ini Selalu Bersama Bahkan Luka yang Sama
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kuburan Jono dan Sugianti di pemakaman massal Taman Makam Legoso, Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi putra kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Sudah hampir sebulan, pasca kecelekaan bus di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, pada tanggal 10 Februari 2018, dan merenggut 26 nyawa korban meninggal.

Kesedihan yang mendalam masih dirasakan oleh keluarga korban, tak terkecuali Yuliana (33).

Kedua orang tua Yuliana, yaitu Jono (57) dan istrinya bernama Sugianti (55) menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut.

Diwawancarai TribunJakarta.com, ia mengatakan kedua orang tuanya memiliki luka yang sama, Senin (5/3/2018).

"Bapak dan Mamah pergelangan tangan kirinya retak, dan kepala belakang bagian kanannya ada bekas luka jahitan," ujar Yuliana di kediamannya di kawasan Legoso, Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Baca: Menghabiskan 2 Botol Sabun, Petugas Oranye Cuci Pagar Kawasan Lenteng Agung

Yuliana mengatakan, dirinya juga bingung ketika mendapati kedua orang tuanya memiliki luka yang sama.

Ia menduga, luka yang ada di kepala belakang kanan itulah yang menyebabkan kedua orang tuanya meninggal.

"Kalau kepala itu kan sensitif ya mas, jadi sepertinya kepala orang tua saya tertindih bagian badan bus atau semacamnya," tutur Yuliana.

Halaman
12
Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ilusi Insiroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved