Pernyataan Ketua KPK Soal 90 Persen Calon Kepala Daerah Bakal Jadi Tersangka Dikritik ICW

Untuk itu ICW menilai imbauan KPK tersebut kurang tepat momentum dan substansinya

Pernyataan Ketua KPK Soal 90 Persen Calon Kepala Daerah Bakal Jadi Tersangka Dikritik ICW
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua KPK Agus Rahardjo melihat aksi teatrikal Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi di depan gedung KPK, Jakarta, Kamis (31/8/2017). Aktivis mendesak KPK memberhentikan Aris Budiman karena melanggar perintah Pimpinan KPK untuk datang dan memberikan keterangan di Pansus Angket DPR. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Koordinator Divisi Investigasi ICW, Febri Hendri menilai, sebaiknya pimpinan ketua KPK tidak mengungkap ke publik atas seseorang akan menjadi tersangka apalagi itu pada peserta pilkada.

"Ketua KPK sebaiknya berbicara ketika memang seseorang telah ditetapkan tersangka ke publik setelah memiliki minimal dua alat bukti," ujar Febri Hendri kepada Tribunnews.com, Selasa (6/3/2018).

Berharap agar warga tidak memilih calon dalam pilkada yang akan menjadi tersangka, menurut ICW, sebaiknya tidak dilakukan sesaat sebelum pemungutan suara.

Hal tersebut kurang tepat, kata Febri Hendri. Karena pendidikan pemilih tidak bisa serta merta dilakuan sesaat sebelum pemungutan suara.

"Pendidikan pemilih terutama tidak memilih calon tersangka atau anti korupsi yang akan memperkuat demokrasi dilakukan jauh hari bahwa 3 atau 4 tahun sebelum pemungutan suara," tegasnya.

Untuk itu ICW menilai imbauan KPK tersebut kurang tepat momentum dan substansinya.

Baca: Ketua KPK Sebut 90 Persen Peserta Pilkada akan Jadi Tersangka

"Meski demikian, imbauan KPK ini bukanlah ancaman demokrasi akan tetapi himbauan yang kurang tepat momentumnya substansinya," jelasnya.

Ketua KPK, Agus Rahardjo menyebut terdapat 90 persen dari beberapa peserta pilkada yang ada saat ini akan menjadi tersangka di KPK.

"90 persen dari beberapa peserta ya. Bukan dari semua peserta pilkada. Hanya beberapa saja, seperti petahana atau yang anggota keluarganya ikut maju," kata Agus Rahardjo dalam sambutannya di Rakernis Bareskrim Mabes Polri di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Halaman
12
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help