Curhat Komunitas Pelukis Passer Baroe: Kartu Ucapan Terpuruk Saat Pager dan HP Muncul

"Profesi kami tadinya bukan pelukis karikatur, tapi pembuat kartu ucapan. Tapi kartu ucapan terpuruk ketika pager dan handphone bermunculan."

Curhat Komunitas Pelukis Passer Baroe: Kartu Ucapan Terpuruk Saat Pager dan HP Muncul
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Sejumlah kios milik anggota Komunitas Pelukis PasserBaroe di jalan Kesenian, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Jumat (9/3/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Komunitas Pelukis Passer Baroe yang berada di Jalan Kesenian, Sawah Besar, Jakarta Pusat sudah menjajakan lukisan sejak tahun 1999.

Namun, sebelum menjajakan lukisan, para pedagang merupakan pembuat kartu ucapan yang mangkal di sepanjang kali Ciliwung dekat Pasar Baru.

Hal ini diungkapkan oleh seorang perintis Komunitas Pelukis Passer Baroe, Eko Bhandoyo (58), kepada wartawan TribunJakarta.com, Jumat (9/3/2018).

"Profesi kami tadinya bukan pelukis karikatur, tapi pembuat kartu ucapan. Tapi kartu ucapan terpuruk ketika pager dan handphone bermunculan," kata Eko.

Menurutnya, kartu ucapan yang dibuat Eko dan para teman komunitasnya adalah kartu ucapan yang sudah digambar secara manual.

Dia juga menerima pesanan kartu ucapan selamat ulang tahun, selamat Idul Fitri, dan selamat Natal.

Tak hanya karena perkembangan teknologi, kondisi sosial politik Ibukota juga memengaruhi penjualan kartu ucapan.

"Waktu kerusuhan di Jakarta tahun 1998 Pariwisata di Jakarta, kami yang tadinya pedagang kaki lima diajak Pemprov untuk meningkatkan pariwisata di Jakarta. Temanya bangkit citra pariwisata Jakarta," kata Eko.

Ketika itu, para pedagang direlokasi ke jalan Kesenian dan difasilitasi payung dan meja sebagai tempat melukis.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help