Penetapan Tersangka Calon Kepala Daerah, Ketua KPK: Tinggal 10% Itu Proses Administrasi

Ketua KPK Agus Rahardjo kembali angkat suara terkait calon kepala daerah yang bakal menyandang status tersangka dugaan korupsi.

Penetapan Tersangka Calon Kepala Daerah, Ketua KPK: Tinggal 10% Itu Proses Administrasi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua KPK Agus Rahardjo melihat aksi teatrikal Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi di depan gedung KPK, Jakarta, Kamis (31/8/2017). Aktivis mendesak KPK memberhentikan Aris Budiman karena melanggar perintah Pimpinan KPK untuk datang dan memberikan keterangan di Pansus Angket DPR. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Abdul Qodir

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo kembali angkat suara terkait calon kepala daerah yang bakal menyandang status tersangka dugaan korupsi.

Agus menyatakan ada beberapa calon kepala daerah peserta Pilkada Serentak 2018 hampir dipastikan bakal jadi tersangka.

Kini, tim KPK tinggal menyelesaikan proses administrasi penerbitan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik). Demikian disampaikan Agus Rahardjo melalui pesan singkat, Kamis (8/3/2018).

"Tinggal 10 persen itu proses administrasi keluarnya sprindik dan diumumkan," ujar Agus.

Agus menjelaskan, maksud pernyataan dia sebelumnya perihal 90 persen terkait sebagian kepala daerah yang akan menjadi tersangka adalah kisaran persentase proses penanganan perkara di KPK.

Ia menjelaskan, KPK telah lama melakukan penyelidikan terhadap adanya unsur pidana korupsi yang melibatkan sejumlah kepala daerah.

Proses menuju penetapan tersangka sejumlah kepala daera itu pun hampir rampung karena tinggal menyelesaikan proses adminitrasi penerbitan Sprindik.

"Beberapa peserta pilkada, most likely (90 persen) akan menjadi tersangka," kata Agus.

"Artinya 90 persen itu, terhadap beberapa calon tadi, penyelidikan sudah dilakukan lama, expose (gelar perkara) sudah dilakukan di hadapan pimpinan dan sudah disetujui oleh pimpinan untuk naik ke penyidikan," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help