Presiden PKS Bungkam Saat Diklarifikasi Soal Pelaporannya oleh Fahri Hamzah ke Polisi

Jawaban yang sama sebelumnya juga dilontarkan Sohibul ketika diminta klarifikasi soal tudingan pemalsuan dan pemufakatan jahat

Presiden PKS Bungkam Saat Diklarifikasi Soal Pelaporannya oleh Fahri Hamzah ke Polisi
Tribunnews
Fahri Hamzah dan Sohibul Iman. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Presiden PKS Sohibul Iman memilih untuk tidak mengomentari pelaporan‎ yang dilakukan Fahri Hamzah terhadap dirinya ke Polda Metro Jaya.

"Tidak ada yang perlu dikomentari," ujar Sohibul saat dihubungi, Kamis (8/3/2018).

Jawaban yang sama sebelumnya juga dilontarkan Sohibul ketika diminta klarifikasi soal tudingan pemalsuan dan pemufakatan jahat sehingga Fahri Hamzah dipecat dari PKS.

Sebelumnya Fahri Hamzah didampingi Koordinator Tim Pembela Keadilan dan Solidaritas (Tim PKS) Mujahid A. Latief yang ditunjuk sebagai penasehat hukum mendatangi Mapolda Metro Jaya, pada Kamis (8/3/2018) siang.

Berdasarkan pemantauan, Fahri datang pada Kamis sekitar pukul 14.40 WIB. Dia datang memakai kemeja batik berwarna ungun serta peci hitam.

Baca: Fahri Hamzah Laporkan Pimpinan PKS ke Polisi Hari Ini, Begini Faktanya

Tujuan kedatangan untuk melaporkan Presiden PKS Sohibul Iman. Sohibul diduga menyudutkan Fahri Hamzah dengan menyebut telah berbohong dan membangkang terkait pemecatan sebagai kader partai.

"Saya sudah memberikan peringatan kepada saudara Sohibul Iman. Tapi beliau terus menerus menyalahkan yang menurut saya merusak tidak hanya reputasi, tetapi iklim hukum. Karena keputusan seolah-olah diragukan," tutur Fahri, di Mapolda Metro Jaya, pada Kamis (8/3/2018) siang.

Fahri sudah mengajukan upaya hukum sejak 20 April 2016 ketika mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas pemecatan yang dianggap tidak berdasar dan manipulatif. Akhirnya, gugatan itu diterima dan pemecatan dinyatakan tidak sah.

Lalu, pada 14 Desember 2017, Pengadilan Tinggi Jakarta juga memenangkan atas banding yang diajukan. Pengadilan meminta nama Fahri Hamzah dipulihkan. Namun, dia mengklaim, pihak PKS tidak percaya kepada keputusan pengadilan yang meminta posisinya sebagai kader PKS, anggota, dan Pimpinan DPR.

"Saya dianggap bohong dan membangkang ya saya harus mengambil tindakan hukum untuk saya juga dan menyelamatkan partai. Keputusan pengadilan saya dua kali memenangkan gugatan," kata dia.

Di kesempatan itu, dia membawa barang bukti berupa compact disk (cd) dan beberapa dokumen cetak. Selain itu, untuk melengkapi barang bukti, dia telah menyiapkan barang bukti.

"Barang bukti berupa CD dan beberapa dokumen cetak. Kami juga menyiapkan saksi ahli yang siap di BAP. Sehingga laporan saya lengkap dan dilanjutkan," katanya. (Taufik Ismail)

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help