Kamu Insomnia dan Ingin Kualitas Tidur Baik? Perhatikan Hal ini

Di Indonesia jumlah penderita insomnia dilaporkan sebanyak 10 persen dari total populasi atau sejanyak 28 juta orang.

Kamu Insomnia dan Ingin Kualitas Tidur Baik? Perhatikan Hal ini
TribunJakarta.com/Anisa Kurniasih
Amlife memperkenalkan terapi potensial listrik berupa matras kesehatan untuk pengidap insomnia di Four Points Hotel, Jakarta Pusat, (12/3/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/ANISA KURNIASIH 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Penelitian terbaru dalam journal sleep melaporkan "wabah sulit tidur" atau insomnia yang mendunia mempengaruhi sekitar 150 juta orang di seluruh dunia yang sedang berkembang.

Sementara itu, untuk di Indonesia jumlah penderita insomnia dilaporkan sebanyak 10 persen dari total populasi atau sejanyak 28 juta orang.

Gangguan tidur khususnya insomnia sudah menjadi hal yang umum terjadi pada masyarakat modern.

Baca: Deddy Corbuzier Dipanggil KPI, Gara-Gara Ucapan Alay?

Baca: Ungkapkan Isi Hatinya, Mantan Istri Deddy Corbuzeir: Saya Sudah Banyak Mengalah Untuk Kamu Chika

Hal itu dipicu oleh gaya hidup yang sibuk, stees serta maraknya penggunaan gadget yang mengakibatkan kurang tidur.

Kepada TribunJakarta.com, Aurora Lumbantoruan seorang psikolog klinis mengungkapkan bahwa dampak buruk dari kualitas tidur yang rendah berdampak pada kurang fokusnya seseorang dalam mengerjakan sesuatu, mengingat dan berkuranganya kemampuan belajar.

"Akibat lain dari kurangnya kualitas tidur adalah bisa mempengaruni kondisi psikologis seseorang semacam depresi, cemas dan bahkan sakit jiwa," ujar Aurora Lumbantoruan di Four Points Hotel, Thamrin Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Ia juga mengungkapkan bahwa biasanya gaya hidup yang spesifik dan kebiasaan tidur yang buruk menyebabkan insomnia.

Halaman
12
Penulis: Anisa Kurniasih
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help