Uber Hengkang dari Asia Tenggara, Ini Jeritan dan Kepasrahan Pengemudi Hingga Kekecewaan Penumpang

Adit mengetahui berita hengkang Uber dari Asia tenggara dari grup Uber dan media sosial

Uber Hengkang dari Asia Tenggara, Ini Jeritan dan Kepasrahan Pengemudi Hingga Kekecewaan Penumpang
CCT News
Logo Uber. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Beberapa waktu belakangan santer terdengar kabar bahwa Perusahaan berbasis dalam jaringan (daring) Uber akan hengkang dari Asia Tenggara.

Salah satu pengemudi ojek daring Uber Hakim Nursandi (27) mengaku pasrah mendengar kabar tersebut.

Hakim pengemudi ojek daring Uber biasa mangkal di daerah Cibinong, Cibinong City Mall dan Stasiun Bojong Gede ini mengaku sudah mengetahui isu hengkangnya Uber dari pelanggannya beberapa hari lalu.

"Sempat ada isu seperti itu sudah dari tahun 2016 dari grup di aplikasi Whatsapp namun sampai sekarang belum dapat kabar dari kantor, malahan saya dapat kabar dari penumpang saya, belakangan ini," ujar Hakim.

Baca: Kapolri: Hindari Sanksi Tilang Selama Sosialisasi Kebijakan Ganjil Genap

Sebelum bekerja di Uber, Hakim kerja di salah satu marketing di daerah Alam Sutera selama lima tahun.

Hakim pun berharap bahwa kabar hengkangnya Uber di Asia Tenggara tidak benar.

"Mudah-mudahan isu yang beredar tidak benar dari kantor belum ada omongan, kalau memang benar ada penggantinya kasihan juga pengendara lainnya," tambahnya.

"Malahan pengguna jasa banyak yang nanyain ke saya tapi pasrah saja kalau benar terjadi," pungkasnya.

Pengemudi Hanya Bisa Pasrah

Halaman
1234
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help