Ferdinand Hutahaean Walk Out saat Jokowi Pidato, Elite Demokrat Bereaksi

Di balik meriahnya pembukaan Rapimnas Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Sabtu (10/3/2018), Ferdinand Hutahaean walk out. Siapa dia?

Ferdinand Hutahaean Walk Out saat Jokowi Pidato, Elite Demokrat Bereaksi
Kompas.com/Andreas Lukas Altobeli
Presiden RI Joko Widodo berjabat tangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono usai meresmikan pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/03/2018) .Partai Demokrat menggelar Rapimnas selama dua hari 10-11 Maret 2018 untuk membahas strategi Pemilu 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.KOMPAS.COM/ANDREAS LUKAS ALTOBELI 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Di balik meriahnya pembukaan Rapimnas Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018), tersisa cela karena aksi walk out Ferdinand Hutahaean.

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat itu mengakui walk out selagi Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya di depan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan para pembesar partai belambang bintang mercy lainnya.

Banyak hal yang Presiden Jokowi singgung dalam pidatonya, termasuk dirinya sebagai seorang demokrat yang beda tipis dengan SBY.

"Saya berani bilang, saya bukan pemimpin otoriter. Saya ini seorang demokrat," ujar Presiden Jokowi yang langsung ditingkahi sorak sorai dan tepuk tangan 11 ribu kader Partai Demokrat yang memenuhi ruangan.

Seorang demokrat, menurut Presiden Jokowi, memiliki ciri-ciri di antaranya pendengar yang baik, menghargai pendapat orang lain dan menghargai perbedaan-perbedaan tanpa menjadikan sebagai sumber permusuhan.

"Artinya saya dan Pak SBY ini sebenarnya beda-beda tipis banget. Kalau saya seorang demokrat, kalau Pak SBY tambah satu, Ketua Partai Demokrat. Jadi bedanya tipis," ujar dia.

Lagi-lagi, pernyataan Presiden itu mengundang tawa dan sorak sorai kader Demokrat, tak terkecuali SBY yang tampak bertepuk tangan sambil tersenyum.

Ucapan Presiden Jokowi di atas sebagai reaksi dan kritik atas sejumlah orang yang menyebutnya sebagai pemimpin otoriter.

Bisa jadi Ferdinand tak melihat Presiden Jokowi berbicara di forum partainya karena dia keluar ruangan.

"Pada saat beliau pidato, saya memilih keluar dari ruangan. Itu adalah ekspresi kekecewaan saya dengan beliau yang tidak memenuhi janji politiknya pada saat pilpres dulu," kata Ferdinand dilansir Kompas.com, Senin (12/3/2018).

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help