Mencicipi Pecel Ayam Keliling di Cilincing, Rasanya Tak Bisa Dianggap Enteng

Ia mengaku telah berjualan 'pecel ayam keliling' selama satu tahun belakangan yakni sejak 2017

Mencicipi Pecel Ayam Keliling di Cilincing, Rasanya Tak Bisa Dianggap Enteng
Tribun Jakarta/Gerald Leonardo Agustino
'Pecel ayam keliling' dagangan Yus di Komplek TNI AL Dewa Ruci, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Pecel ayam umumnya dijual di pinggir jalan dengan lapak kaki lima.

Namun, satu usaha pecel ayam yang ditemui TribunJakarta.com di Komplek TNI AL Dewa Ruci, Cilincing, Jakarta Utara, berbeda.

Tidak sama dengan penjual pecel ayam pada umumnya, Yus, seorang pedagang pecel ayam di daerah tersebut, menjajakan pecel ayam dagangannya dengan gerobak sambil berkeliling.

Yus mengaku awalnya ia hanya berjualan tulang-tulang serta kerongkongan ayam saja.

Seiring waktu berjalan, para pelanggannya memintanya berjualan lebih dari itu.

Baca: Penjual Dodol Ini Buka-bukaan Cara Masak Dodol di Festival Kuliner Budaya Betawi

"Dulunya cuma jualan tulang-tulang saja, kerongkongan. Terus orang-orang pada minta pakai nasi," kata Yus kepada TribunJakarta.com, Selasa (13/3/2018).

Penasaran dengan rasanya, TribunJakarta.com mencoba membeli pecel ayam Yus.

Satu buah sate kulit ayam dihargai Rp 2 ribu.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help