Penjara Bawah Tanah Jadi Wisata Favorit di Museum Fatahillah

"Itulah uniknya dari gedung balaikota Belanda dulu, walaupun disini digunakan sebagai balaikota tapi di balaikota ini juga pernah jadi pengadilan."

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Rafdi Ghufran

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN SARI - Penjara bawah tanah yang berada di Museum Sejarah Jakarta, atau yang akrab disebut Museum Fatahillah di Taman Sari, Jakarta barat menjadi salah satu wisata favorit wisatawan.

Hal tersebut karena penjara ini berbeda dari penjara yang ada sekarang.

Penjara bawah tanah ini merupakan salah satu keunikan dari bangunan Museum Sejarah Jakarta ini.

Meskipun pada masanya gedung ini pernah digunakan sebagai Balaikota oleh penjajah Belanda, pernah juga digunakan sebagai pengadilan yang membuat penjara bawah tanah tersedia di bangunan ini.

Baca: Asyik Buat Nongkrong, Banyak Pengunjung Betah di Museum Fatahillah

Baca: Museum Sejarah Jakarta, Simpan Koleksi dari Era Prasejarah hingga Kolonial

Hal tersebut diungkapkan Pemandu Museum Sejarah Jakarta, Muslim saat ditemui TribunJakarta.com Selasa (13/3/2018) pagi di museum.

“Itulah uniknya dari gedung balaikota Belanda dulu, walaupun disini digunakan sebagai balaikota tapi di balaikota ini juga pernah digunakan sebagai pengadilan," ujar Muslim kepada TribunJakarta.com.

Penjara bawah tanah ini ada berdekatan dengan taman belakang Museum Sejarah Jakarta.

Menurut pantauan TribunJakarta.com didalam penjara bawah ini terdapat banyak bola yang terbuat dari besi.

Terlihat langit-langit penjara ini juga sangat pendek sehingga tidak memungkinkan untuk orang dewasa berdiri tegap di dalamnya.

Selain itu suasana yang gelap walaupun di siang hari juga membuat penjara ini sangat tidak nyaman.

Penulis: Rafdi Ghufran Bustomi
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help