Saksi Sidang Bom Thamrin Akui Pernah Ikut Baiat ISIS Bersama 500 Orang

Jaksa penuntut umum menghadirkan Adi Jihadi sebagai saksi untuk Aman Abdurahman, terdakwa kasus peledakan bom di Jalan MH Thamrin.

Saksi Sidang Bom Thamrin Akui Pernah Ikut Baiat ISIS Bersama 500 Orang
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Adi Jihadi bersaksi untuk Aman Abdurrahman, terdakwa bom Sarinah, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Ade Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Jaksa penuntut umum menghadirkan Adi Jihadi sebagai saksi untuk Aman Abdurahman, terdakwa kasus peledakan bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. 

Dalam kesaksiannya, Adi mengatakan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pernah menjadi lokasi baiat anggota ISIS atau Negara Islam Irak dan Suriah.

"Apakah saudara pernah mengikuti sebuah acara tentang baiat?" tanya hakim kepada Adi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Adi mengiyakan dan ia pernah menjalankan sebuah baiat bersama 500 orang lainnya di UIN Jakarta.

Baiat tersebut diakui Adi berisi tentang pengucapan janji setia kepada seseorang yang disebut Amirul Mukminin.

"Untuk rincinya saya lupa, itu tahun 2014," terang Adi.

Menurut informasi yang didapat TribunJakarta.com, Amirul Mukminin yang dimaksud Adi adalah Abu Bakr al-Baghdadi.

Pada kesaksianya kali ini Adi juga mengaku pernah menjalani pelatihan militer di Filipina.

"Pernah belajar membuat senjata api, tapi saya tidak belajar membuat bom," aku Adi.

Adi mengaku bertindak sebagai seseorang yang memfasilitasi keberangkatan personel Jemaah Anshoru Daulah ke Suriah dan Filipina pada 2015 silam.

Saat itu ia hanya menerima perintah dari kakaknya bernama Rois, yang diduga sebagai salah satu dalang peledakan bom di Sarinah, Jalan MH Thamrin pada 2016.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help