Begini Kegiatan Surabaya Black Hat, Komunitas Tempat 3 Hacker yang Ditangkap Interpol

Rama menjelaskan jika segala bentuk tindakan ilegal yang dilakukan anggota SBH terlepas dari tanggungjawab organisasi.

Begini Kegiatan Surabaya Black Hat, Komunitas Tempat 3 Hacker yang Ditangkap Interpol
youtube
Ilustrasi Hacker 

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA- Tiga peretas 600 situs di 40 negara yang ditangkap FBI, mengaku anggota Surabaya Black Hat (SBH). Sebuah organisasi kepemudaan di bidang IT berbasis di Surabaya.

Saat dikonfirmasi kebenarannya, apakah benar 3 orang pemuda berinisial NA, ATP, dan KPS merupakan anggota SBH, Rama Zeta, penasehat sekaligus mantan ketua SBH membenarkan hal tersebut.

Baca: Pi Day: Ini Daftar Para Genius yang Mampu Lafalkan Puluhan Ribu Digit Nilai Pi Sembari Mata Tertutup

Bahkan salah satu di antara mereka menurut Rama sudah lama di organisasi yang berdiri sejak 2011 silam ini.

"Benar anggota biasa saja, cuma yang perlu diluruskan Surabaya Black Hat bukan seperti yang diberitakan, bahwa semua anggotanya melakukan hal seperti itu. Ada satu yang lama (salah satu yang tertangkap), cuma tiap tahun pasti rotasi dan mereka bertiga sudah bukan anggota tetap di SBH tahun ini," ungkapnya kala dihubungi Surya.co.id, Selasa (13/3/2018).

Rama menjelaskan jika segala bentuk tindakan ilegal yang dilakukan anggota SBH terlepas dari tanggungjawab organisasi.

Baca: Ini Dia Profil Singkat Hakim Cantik PN Tangerang yang Ditangkap KPK, Alumni Kampus Ternama

"Di forum sudah ada peraturannya, bahwa kegiatan hacking deface dan sebagainya adalah tindakan illegal di Indonesia dan sudah diatur dalam UU ITE. Segala tindakan illegal yang dilakukan di luar forum, di luar pertanggung jawaban SBH dan tanggung jawab pribadi," tegasnya.

Namun Rama tidak memungkiri bahwa organisasi ini, juga diskusi soal hacking deface.

Menurutnya diskusi tersebut hanya untuk edukasi saja.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help