Jamu Sachet Anti Masuk Angin Jadi Incaran Pengendara Motor

Imbasnya pengendara harus menyiasatinya dengan mengenakan jaket atau menenggak obat anti masuk angin.

Jamu Sachet Anti Masuk Angin Jadi Incaran Pengendara Motor
TribunJakarta.com/Bima Putra
Sejumlah dagangan di warung kelontong milik Didin (33) yang terletak di jalan H. Tohir, Jagakarsa, Jakarta Selatan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Pengendara motor setiap harinya harus berhadapan dengan terpaaan angin di jalan.

Imbasnya pengendara harus menyiasatinya dengan mengenakan jaket atau menenggak obat anti masuk angin.

Hal ini diungkapkan Didin (33) pedagang warung kelontong di jalan H. Tohir, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Kalau obat yang paling laku dibeli itu jamu sachet anti masuk angin. Kebanyakan yang beli justru orang lewat yang naik motor, jadi bukan warga sekitar," kata Didin kepada TribunJakarta.com.

Baca: 2 Gol Pemain Pengganti Sevilla Buat Manchester United Terdepak dari Liga Champions

Kebanyakan dari pembeli tersebut merupakan orang yang sudah bekerja.

Jamu sachet anti masuk angin yang dijual Didin seharga Rp 300 per sachet.

Meski tidak murah namun ia mengatakan bila ada saja pengendara motor yang membeli lebih dari satu.

Baca: Seputar Sidang Setya Novanto: Tertawa Soal Jarum Infus Anak, Kode Miras dan Kunjungan Anak Bungsu

Dikatakannya, para pengendara motor kerap membeli hingga tiga saset sekaligus.

"Banyak yang beli, jadi enggak musiman kaya obat lain," lanjutnya. Rabu (14/3/2018).

Obat musiman yang dimaksud Didin adalah obat untuk menyembuhkan pilek dan batuk.

Menurutnya, pembeli dua obat tersebut mulai marak saat musim hujan berlangsung.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved