Menteri Perhubungan Berharap Pemberhentian Penerimaan Sopir Taksi Daring Hanya Satu Bulan

Budi pun optimistis para penyedia jasa taksi daring seperti Grab, Go-Car, dan Uber, mematuhi peraturan tersebut.

Menteri Perhubungan Berharap Pemberhentian Penerimaan Sopir Taksi Daring Hanya Satu Bulan
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memantau uji KIR di UPT Dishub Kota Tangerang, Selasa (6/3/2018). 

Laporan wartawan Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Pemerintah telah menandatangani moratorium perekrutan sopir baru untuk taksi dalam jaringan (daring).

Namun pemberhentian sementara penerimaan sopir baru  hanya berlaku selama satu bulan saja

Aturan tersebut berlaku mulai Senin (12/3/2018) lalu, sehingga diperkirakan pada pertengahan April mendatang, operator sudah bisa melakukan penerimaan sopir baru kembali.

Baca: Menghembuskan Nafas Terakhir, Ini Sosok Stephen Hawking Dimata Sang Anak

"(Moratorium) kita harapkan satu bulan ini," ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018).

Budi pun optimistis para penyedia jasa taksi daring seperti Grab, Go-Car, dan Uber, mematuhi peraturan tersebut.

Untuk pengawasan, Kemenhub akan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan dashboard berisi data para sopir taksi daring.

"Saya mengatakan dengan kata yang baik ya, Insya Allah dipatuhi para driver. Kontrol ada di Kominfo, ada di sana untuk aplikator," tutur Budi Karya

Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved