Meriahkan Perayaan Pi Day, Mulai Google Doodle Hingga Kuis Perhitungan Kosmik dari NASA

Pi Day yang jatuh pada tanggal 14 Maret dirayakan Google dengan memasang doodle khusus di laman mesin pencari.

Meriahkan Perayaan Pi Day, Mulai Google Doodle Hingga Kuis Perhitungan Kosmik dari NASA
Youtube
Pi Day 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pi Day atau Hari Pi diperingati setiap tanggal 14 Maret.

Untuk tahun ini, Google turut merayakannya dengan memasang doodle khusus di laman mesin pencari.

Tampak kue pai yang dipercantik dengan camilan manis lainnya dan membentuk kata "Google".

Google Doodle
Google Doodle "Pi Day" (Google Doodle)

Kue pai dan Pi sama-sama terkait dengan bentuk lingkaran.

Kue pai disajikan dalam bentuk lingkaran, sedangkan Pi dibutuhkan untuk mengukur lingkaran.

Istilah Pi mungkin tidak asing bagi pecinta matematika, yang merupakan sebuah bilangan untuk membandingkan keliling lingkaran dengan diameternya.

Konstanta dimulai dengan 3,14 dan berlanjut seterusnya, karena merupakan bilangan irasional.

Banyak ahli matematika merayakan konstanta matematika yang terkenal setiap tanggal 14 Maret karena tanggal tersebut mewakili tiga digit pertama Pi, dilansir dari Mashable Asia.

Pi Day pertama kali diakui sekitar 30 tahun lalu pada 14 Maret 1988 oleh fisikawan Larry Shaw.

Pi sangat berguna saat menentukan keliling atau luas permukaan benda langit yang bulat.

Selain itu, juga membantu para insinyur dan ilmuwan memprogram orbit satelit dan pesawat ruang angkasa dengan tepat. 

Selain Google, NASA pun turut merayakan Pi Day dengan menghadirkan tantangan "Pi in the Sky", yaitu serangkaian kuis perhitungan kosmik untuk dipecahkan, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

NASA turut merayakan Pi Day dengan menghadirkan tantangan
NASA turut merayakan Pi Day dengan menghadirkan tantangan "Pi in the Sky". (nasa.gov)

Dilansir TribunJakarta.com dari Space, tantangan "Pi in the Sky" diciptakan oleh Kantor Pendidikan Laboratorium Propulasi Jet Jet (JPL) NASA di Pasadena, California.

Tantangan tersebut akan menampilkan masalah matematika untuk menghitung gempa di Mars, hujan helium di Jupiter, dan laju rotasi pengunjung antar bintang pertama yang ditemukan, asteroid 'Oumuamua. (TribunJakarta.com/Rohmana Kurniandari)

Penulis: rohmana kurniandari
Editor: rohmana kurniandari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help