Panglima TNI Sebut Musibah Tank dan Kapal Tenggelam Masih dalam Penyelidikan

"Tim sampai hari ini sedang bekerja terus baik yang di Bogowonto maupun Pulau Seribu", katanya.

Panglima TNI Sebut Musibah Tank dan Kapal Tenggelam Masih dalam Penyelidikan
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAD Jenderal Mulyono, dan KSAL Laksamana Ade Supandi di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (20/12/2017).(KOMPAS.com/Ihsanuddin) 

Laporan wartawan tribunnews.com, Wahyu Firmansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANGKAP - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas musibah tank tenggelam di Sunagi Bogowonto dan Kapal di Kepulauan Seribu.

"Apakah permasalahan human error ataukah permasalahan mekanik itu nanti setelah ada hasilnya dari tim investigasi," kata Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (14/3/2018).

"Tim sampai hari ini sedang bekerja terus baik yang di Bogowonto maupun Pulau Seribu", katanya.

Peristiwa kecelakaan terjadi pada kendaraan lapis baja Tank milik TNI AD di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Sabtu (10/3/2018). Evakuasi tank tenggelam masih berlangsung.
Peristiwa kecelakaan terjadi pada kendaraan lapis baja Tank milik TNI AD di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Sabtu (10/3/2018). Evakuasi tank tenggelam masih berlangsung. (Facebook)

Menurutnya, kapal akan diangkat untuk memperlancar proses penyidikan.

"Mekanisme yang kita laksanakan sehingga diketahu penyebabnya kejadian kecelakaan itu apa", katanya.

Sebelumnya, sebuah tank dari kesatuan Batalyon Infanteri 412/Bharata Eka Sakti Purworejo tenggelam di Sungai Bogowonto, Purworejo, Sabtu 10 Maret 2018 lalu.

Ironinya, tank tenggalam itu sedang membawa siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kadispen TNI AD, Kolonel Alfret Denny Tuejeh menjelaskan, insiden itu terjadi pukul 10.15 WIB. TNI AD sangat menyesalkan kejadian itu dan menyatakan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal.

"Pratu Randy meninggal dunia di RSUD. Dia mengalami kelelahan menyelamatkan anak-anak supaya tidak terbawa arus, dan akhirnya dia sendiri juga terbawa arus. Ibu pengasuh TK, nyonya Iswandari juga meninggal di rumah sakit karena terbawa arus," kata Alfret dalam siaran persnya.

Setelah kejadian tenggelamnya tank, Kapal Motor Cepat (KMC) milik Kodam Jaya dengan nomor lambung AD-16-05 tenggelam di Kepulauan Seribu, Senin 12 Maret 2018. Pangdam Jaya belum ada rencana untuk menarik kapal tersebut ke permukaan.

Kapendam Jaya Letkol Inf Kristomei Sianturi mengatakan penarikan kapal tenggelam itu masih menunggu instruksi dari tim investigasi Kodam Jaya.

Dia menuturkan, sebenarnya mudah mengetahui lokasi kapal tenggelam tersebut. 

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help