Polda Jatim Sudah Peringatkan Hacker Surabaya Tapi Pelaku Tetap Jebol Situs

Bahkan, dua pria itu sekaligus meminta tebusan pada pemilik situs yang diretas.

Polda Jatim Sudah Peringatkan Hacker Surabaya Tapi Pelaku Tetap Jebol Situs
TribunJAtim/Istimewa
Subdit IV Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya pengungkapan perkara ilegal akses terhadap sistem elektronik milik orang lain yang dilakukan oleh Kelompok Hacker Asal Surabaya. Ketiga tersangka itu berinisial NA, KPS, ATP 

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA - Polda Jawa Timur membenarkan hacker asal Surabaya ditangkap Polda Metro Jaya dan International Police.

Dua pria berinisial KPS asal Kecamatan Sawahan dan NA asal Kecamatan Gubeng ditangkap Minggu (11/3/2018) lalu di kediaman masing-masing.

Saat dikonfirmasi TribunJatim.com melalui telepon seluler pada Selasa (13/3/2018) malam, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan keduanya telah diamankan di Mabes Polri.

Bahkan, dua pria itu sekaligus meminta tebusan pada pemilik situs yang diretas.

Baca: Heboh Sindikat Hacker Surabaya: Bobol Situs Pemerintah AS, FBI Turun Tangan Sampai Picu Perang Siber

"Tak hanya meretas, mereka juga meminta uang puluhan sampai ratusan juta rupiah," tegasnya pada TribunJatim.com.

Dari data yang dihimpun TribunJatim.com di lapangan, hingga saat ini telah ditangkap tiga dari enam target tersangka yang mengatasnamakan dirinya kelompok Surabaya Black Hat (SBH).

Para peretas situs web itu pun terancam dijerat Pasal 30 juncto 46 dan pasal 29 juncto 45B, dan atau 32 Juncto Pasal 48 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 3, 4, dan 5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang).

Adapun beberapa negara yang situs perusahaannya mereka retas meliputi Kanada, Amerika, dan Meksiko, Chile, Vietnam, Kolombia, Ceko, Irlandia, Iran, Bulgaria, Inggris, Jerman, sampai Perancis pun mengalami hal serupa.

Baca: Ini Jawaban STIKOM Surabaya Soal Mahasiswanya Jebol Situs Pemerintah AS

"dia (hacker) sudah kami peringatkan agar tidak mengulangi kejahatan, tapi tetap saja (mengulangi), tapi tetap ditangkap polisi sana (international police), akhirnya anak ini dibawa ke Mabes Polri dua orang," tutupnya.

Usut punya usut, ternyata dua pria yang termasuk dalam komunitas hacker Surabaya Black Hat (SBH) itu sempat mengikuti acara bersama Asosiasi Media Cyber Indonesia di Ruangan Rupatama, Gedung Tribrata Polda Jatim.

Mereka bahkan mengunggah kegiatan tersebut di akun instagram mereka layaknya komunitas penggemar IT biasa.

Dalam kegiatan tersebut, mereka sempat mendeklarasikan untuk bersama-sama kepolisian memberatas kejahatan di media sosial.

Namun, sekitar empat bulan berlalu mereka mengingkari janjinya hingga akhirnya terdeteksi dan diamankan international police dan Polri. (TribunJatim.com/ Pradhitya Fauzi)

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help