Bumbu Penyedap Sachet Tidak Laku di Warung Kelontong Pinggir Jalan

Warung kelontong yang berada di tengah pemukiman kerap menjadi sasaran bagi para ibu untuk membeli bumbu penyedap rasa.

Bumbu Penyedap Sachet Tidak Laku di Warung Kelontong Pinggir Jalan
TribunJakarta.com/Bima Putra
Jejeran kopi yang tergantung di warung kelontong milik Ganda (40) di jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kamis (15/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Warung kelontong di pinggir jalan memiliki pembeli berbeda dibanding yang berada di pemukiman warga.

Warung kelontong yang berada di tengah pemukiman kerap menjadi sasaran bagi para ibu untuk membeli bumbu penyedap rasa.

Baca: Begini Cerita Perempuan di Bali Disebut Meninggal Tiba-tiba Hidup Lagi, Kerabatnya Sempat Kesurupan

Sedangkan, warung rokok di pinggir jalan kerap menjadi incaran bagi pengguna jalan yang melintas.

"Karena dagang di pinggir jalan jadi yang beli bumbu masak jarang, satu renceng bisa baru abis sebulan," kata Ganda (40) pemilik warung kelontong di jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2018).

Baca: Kisah Petugas Keamanan Usir Orang Berbuat Asusila Hingga Lihat Teman Kesurupan di GBK

Selama tiga tahun berdagang, barang yang paling laris dibeli adalah kopi dan rokok.

Dia mulai berdagang sejak pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.

"Yang paling laku itu kopi, sehari bisa abis 30 sachet lebih. Kadang ada ojek yang minta diseduh langsung," lanjutnya.

Dikatakannya, pembeli kopi di warungnya kerap berasal dari pengendara yang ingin sekedar beristirahat.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help