Buwas: Pengkhianat Bangsa, Aparat Terlibat Narkoba Harus Dihukum Tiga Kali Lebih Berat

Ia memiliki saran, jika aparatur negara yang terlibat, baik sebagai pengedar atau pengguna sebaiknya mereka dihukum tiga kali lebih berat.

Buwas: Pengkhianat Bangsa, Aparat Terlibat Narkoba Harus Dihukum Tiga Kali Lebih Berat
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Forum diskusi dengan tema 'Indonesia Darurat Narkoba' di kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Maraknya bisnis narkotika yang dijalankan dari dalam lembaga permasyarakatan membuat geram mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso.

Ia memiliki saran, jika aparatur negara yang terlibat, baik sebagai pengedar atau pengguna sebaiknya mereka dihukum tiga kali lebih berat.

Hal tersebut ia sampaikan dalam forum diskusi yang diselenggarakan Partai Amanat Nasional (PAN) di kantor Dewan Pimpinan Pusatnya yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Pusat.

Baca: Begini Cerita Warga Bintaro Bisa Jual Motor Astrea Grand 1991 Seharga Rp 80 Juta

"Oknum harus dihukum tiga kali lebih berat. Karena mereka bagian dari masalah (narkotika). Mereka pengkhianat-pengkhianat bangsa," ujar Budi Waseso di lokasi, Rabu (114/3/2018).

Buwas, sapaan akrab Budi Waseso pernah menerima tawaran dari satu jaringan narkoba ketika dirinya baru menjabat selama 10 hari.

Namun, ia dengan tegas menolak karena masalah narkoba menyangkut kredibilitas sebuah negara.

Baca: Tak Kumuh Lagi, Nelayan Kamal Muara Rela Berpanas-panasan Percantik Kampung Pelangi

"Adanya oknum yang terlibat itu seperti penyakit menular. Maka dari itu saya tanamkan pada anggota saya integritas. Karena ini masalah kredibilitas negara," imbuh Budi Waseso.

Budi Waseso menghadiri undangan Partai Amanat Nasional untuk menjadi narasumber dalam sebuah forum diskusi dengan tema 'Indonesia Darurat Narkoba'.

Diskusi tersebut juga menghadirkan Roy Marten dan anggota Komisi III DPR-RI Daeng Muhammad.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved