Menyedihkan, Begini Kondisi Korban Peluru Nyasar di Sulteng Saat Ini

Sambil menahan tangis, Melpina mengungkapkan anaknya masih terlihat trauma bila mengingat kejadian penembakan ini

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribun Jakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Melpina Badalu (45) ibu korban peluru nyasar di Sulteng bersama dengan kuasa hukumnya, mendatangi LPSK untuk meminta perlindungan, Rabu (21/3/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Hampir satu tahun sejak peristiwa peluru nyasar yang mengenai pelipis sebelah kiri Aldi, kini kondisi fisiknya sudah membaik, tetapi psikisnya masih sangat lemah.

"Secara fisik sudah membaik, tapi dia masih mengalami trauma berat," kata Melpina Badalu (45), ibu korban peluru nyasar, Rabu (21/3/2018).

Sambil menahan tangis, Melpina mengungkapkan anaknya masih terlihat trauma bila mengingat kejadian penembakan ini.

"Ibu kepala Aldi sebelah kiri kosong, kenapa yang kanan enggak ditembak juga biar rata," ucap Melpina sambil menirukan perkataan anaknya itu.

Selain kondisi psikisnya masih lemah, sebagian ingatan Aldi juga hilang.

"Ingatanya sebagian hilang, ia sudah tidak mampu mengingat gurunya di sekolah, gurunya yang masih ada hubungan saudara pun dia tidak ingat," ungkapnya kepada TribunJakarta.com di Kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.

Lebih lanjut ia menceritakan, meskipun fisiknya sudah semakin membaik, tetapi luka bekas peluru karet yang bersarang di wajah tidak dapat hilang.

"Kepala sebelah kirinya sekarang bolong, seperti kosong gitu, dia terpukul setiap melihatnya," ucapnya diiringi dengan isak tangisnya.

"Anak muda jaman sekarang lihat wajah berjerawat saja uring-uringan, bagaimana dia," tambahnya.

Baca: Merasa Terancam, Ibu Korban Peluru Nyasar di Sulawesi Tengah Minta Pelindungan LPSK

Sebelumnya, Aldi anak dari Melpina Badalu menjadi korban penembakan peluru karet nyasar yang diduga dilakukan oleh oknum aparat.

Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 28 Agustus 2017 di depan kantor DPRD Luwuk Banggai.

Awalnya Aldi sedang melintas di depan Kantor DPRD Luwuk Banggai, melihat ada kerumunan massa yang sedang berdemo, ia memutuskan untuk berhenti dan melihat sejenak aksi massa tersebut.

Saat sedang berada ditengah kerumunan massa, tiba-tiba aksi demo berubah menjadi rusuh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved