Keluhkan Biaya Rawat Jalan, Puluhan Keluarga Korban Tanjakan Emen Minta Tanggung Jawab Agen Bus

Sudah lebih dari 100 orang dari Forum Silaturahmi Keluarga Korban Tanjakan Emen mendatangi Kantor Kelurahan Pisangan, Ciputat.

Keluhkan Biaya Rawat Jalan, Puluhan Keluarga Korban Tanjakan Emen Minta Tanggung Jawab Agen Bus
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Ketua Forum Silaturahmi Keluarga Korban Tanjakan Emen, Aang Junaedi, mendatangi Kantor Kelurahan Pisangan, Ciputat, untuk dibantu mediasi dengan agen bus Premium Passion karena banyak keluarga korban keberatan menanggung biaya rawat jalan, Selasa (3/4/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Sudah lebih dari 100 orang dari Forum Silaturahmi Keluarga Korban Tanjakan Emen mendatangi Kantor Kelurahan Pisangan, Ciputat.

Mereka menuntut pertanggungjawaban pihak panitia penyelenggara dan juga agen bus Premium Passion.

Hal inilah yang dikatakan oleh Aang Junaedi, Ketua Forum Silaturahmi Keluarga Korban Tanjakan Emen, Subang.

Aang mengatakan, banyak korban luka berat yang hingga kini masih menjalani rawat jalan.

"Ada 11 korban luka berat yang masih menjalani rawat jalan, dan biayanya tidak sedikit," tutur Aang di Kantor Kelurahan Pisangan, Legoso, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (3/4/2018).

Aang mengatakan, pertemuan keluarga korban Tanjakan Emen di Kantor Kelurahan Pisangan, untuk mengadakan mediasi dengan pihak agen bus, yang sebelumnya sudah dikirim surat somasi oleh pihaknya.

Lantaran tidak mendapat respon dan tanggapan baik, FSKK Tanjakan Emen meminta bantuan pihak Kelurahan Pisangan dan juga Koperasi Simpan Pinjam Permata sebagai pihak penyelenggara, untuk menjembatani mereka bertemu pihak agen bus.

Aang mengatakan, trauma yang mendalam masih dialami oleh seluruh keluarga korban Tanjakan Emen, juga korban luka ringan dan luka berat.

Kelalaian dari pihak agen bus yang tetap menggunakan armadanya meskipun sedang dalam kondisi yang tidak layak jalan, menjadi hal yang hingga kini dipermasalahkan oleh keluarga korban.

"Tidak ada pertanggung jawaban, atau pun permintaan maaf secara lisan dan tertulis yang disampaikan oleh pihak agen bus hingga saat ini," terang Aang.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved