Penghuni Gading Resort Residence Tak Lagi Percayai Pengurus, Transparansi Keuangan Tidak Jelas

Perhimpunan penghuni apartemen Gading Resort Residence (GRR) menyepakati mosi tidak percaya atas kepengurusan GRR saat ini.

Penghuni Gading Resort Residence Tak Lagi Percayai Pengurus, Transparansi Keuangan Tidak Jelas
TRIBUNJAKARTA.COM/ GERALD LEONARDO AGUSTINO
RUTA Gading Resort Residence di Sunlake Hotel Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (5/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Perhimpunan penghuni apartemen Gading Resort Residence (GRR) menyepakati mosi tidak percaya atas kepengurusan GRR saat ini.

Pada rapat umum tahunan anggota (RUTA) GRR, Kamis (5/4/2018), di Hotel Sunlake Sunter, Jakarta Utara, pengurus tidak berani menghadapi warga penghuni apartemen terkait pengelolaan keuangan.

"Hari ini kebetulan ada kegiatan rapat tahunan pengelolaan keuangan khusus untuk apartemen Gading Resort Residence. Di mana warga rumah susun ini tidak lagi mempercayai kepada pengurus rumah susun yang sebelumnya," ujar Daniel Farfar, seorang perwakilan penghuni apartemen.

Baca: Ngaku Jadi Tulang Punggung Keluarga Saat Diwawancara, Pakar Kesulitan Baca Ekspresi Lucinta Luna

Warga penghuni apartemen GRR sudah tidak lagi mempercayai kepengurusan GRR.

Pasalnya, pengurus secara sepihak menaikan iuran pengelolaan lingkungan tanpa ada kesepakatan bersama dengan warga penghuni apartemen tersebut.

"Alasan yang paling pertama adalah ketika IPL dinaikan secara sepihak dan ada anggaran iuran listrik bersama yang keluar dari ipl yang tidak ada dasar hukumnya," kata Daniel.

Selain itu, transparansi pengelolaan keuangan juga tidak disampaikan kepada warga penghuni GRR.

"Warga mau melihat, mau meminta hasil pemasukan ataupun pengeluaran dari mana, tidak pernah bisa selama bertahun-tahun mereka tolak," keluh Johan Angkasa, seorang warga lainnya yang hadir dalam RUTA tersebut.

Bahkan, jika ada penghuni GRR yang tidak membayar IPL, pihak pengurus langsung mematikan listrik secara sepihak.

Baca: Diduga Sindir Yulia Mochamad, Putri Tertua Opick Unggah Pernyataan Menohok Ini

"Ada warga yang tidak mau bayar service charge dengan yang baru dimatikan lampunya dengan sepihak, intimidasi," imbuh Johan.

Diketahui tarif IPL penghuni GRR sebelumnya adalah sekira Rp 17 ribu. Sekarang berubah menjadi Rp 24 ribu.

Menurut Johan, dana hingga miliaran rupiah tidak jelas mengalir ke mana saat IPL dinaikan.

"Total uangnya itu kalau dengan IPL yang baru sekitar 2 miliar, jumlah warga sendiri 700 an orang," pungkas dia.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved