Ujian Nasional
SMA PGRI 12 Butuh CCTV untuk Pantau UNBK dari Ruang Kepala Sekolah
Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA PGRI 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (9/4/2018) berlangsung lancar.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA PGRI 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (9/4/2018) berlangsung cukup lancar.
Hanya saja, setelah ditinjau Irjen Kemendikbud Daryanto, SMA PGRI 12 masih belum memiliki fasilitas CCTV.
Kepala Sekolah SMA PGRI 12 Siti Nurhayati mengatakan, CCTV memang penting dimiliki untuk pelaksanaan UNBK agar dirinya selaku pihak sekolah dapat memantau siswa siswinya selama mengerjakan soal.
"Begini, karena kan kita labnya itu posisi kacanya itu dari samping sebelah sana. Karena memang tidak bisa dilihat ya kecuali pakai tangga. Jadi kalau ada CCTV bisa dilihat di ruangan saya seperti itu," ungkap Siti kepada wartawan.
Agar bisa memantau kondisi UNBK di tahun-tahun berikutnya dari ruangan kepala sekolah, Siti akan mempertimbangkan untuk melengkapi SMA PGRI 12 dengan fasilitas CCTV di laboratorium komputernya.
"Kalau seperti ini kan memang yang masuk ke ruangan itu tidak boleh kecuali pengawas dan teknisi. Kepala sekolah, menteri pun tidak boleh kan jadi tidak bisa melihat begitu. Maka dengan CCTV kita bisa lihat, oh kondisi anak nggak ada trouble atau apa-apa," lanjut dia.
Siti juga mengharapkan ada penambahan fasilitas komputer untuk SMA PGRI 12.
Tahun ini siswa siswi yang mengikuti UNBK berjumlah 26 orang, dengan jumlah komputer pas-pasan yakni 26 perangkat.
Dirinya beralasan, dengan semakin bertambahnya murid di tahun pelajaran selanjutnya, perlu juga ditambahkan fasilitas komputer yang ada di SMA bilangan Kelapa Gading tersebut.
"Ya mungkin untuk tahun depan kita cuma minta untuk penambahan komputer ya. Karena kan setiap tahun kita bertambah muridnya gitu karena kan kita fasilitasi sekarang 26 minimal kita harus punya 30 client dengan dua server, satu utama, satu cadangan," kata Siti.
Sementara itu, pasokan listrik di SMA PGRI 12 saat berlangsungnya UNBK hari pertama aman.
"Biasanya seminggu sebelum UNBK kita harus memberitahukan ke PLN. Tapi biasanya dari pihak Sudin sudah ada koordinasi dari PLN sampai ke Telkom. Jadi aman alhamdulillah," beber dia.