TribunJakarta/

Tewas Tenggak Miras

Polri Beberkan Alasan Miras Oplosan Disukai, Harga Terjangkau dan Bikin Cepat Mabuk

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membeberkan alasan mengapa masyarakat masih kerap mengkonsumsi minuman tak berlisensi itu.

Polri Beberkan Alasan Miras Oplosan Disukai, Harga Terjangkau dan Bikin Cepat Mabuk
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Barang bukti miras oplosan jenis gingseng yang berhasil diamankan Polres Metro Bekasi Kota. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Puluhan orang tewas akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan. 

Namun, hal itu tak menyurutkan minat orang untuk mengonsumsinya.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membeberkan alasan mengapa masyarakat masih kerap mengkonsumsi minuman tak berlisensi itu.

Baca: 6 Fakta Keseharian Pembunuh Pensiunan TNI AL: Berantem Soal Asmara, Bikin Gaduh dan Sering Mabuk

Alasan pertama, kata dia, adalah karena harga miras oplosan sangat terjangkau.

"Harganya katakanlah terjangkau. Mereka punya keuntungan luar biasa," ujar Setyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018).

Miras oplosan itu dibungkus plastik bening tanpa merek dengan kisaran harga Rp 15.000 hingga Rp 20.000.

Sehingga tak heran, banyak masyarakat kelas bawah mampu membelinya.

Alasan kedua adalah efek yang ditimbulkan dari menenggak miras oplosan sendiri.

Baca: Masih Ingat Pasangan Kekasih Bakar Diri di Kamar Kos? Sang Pria Meninggal Hari Ini

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help