Sering Konsumsi Makanan yang Digoreng? Yuk Intip Faktanya!

Di Indonesia bahkan sudah masuk ke dalam tahap kecanduan terhadap makanan ini.

Sering Konsumsi Makanan yang Digoreng? Yuk Intip Faktanya!
pixabay.com
Ilustrasi Gorengan 

TRIBUNJAKARTA.COM - Beberapa orang kerap menggemari makanan yang digoreng.

Di Indonesia bahkan sudah masuk ke dalam tahap kecanduan terhadap makanan ini.

Menurut dr. Phaidon L. Toruan M.M dan dr. Widya Murni, MARS dalam buku mereka Rahasia Terkini Awet Muda (Penerbit Buku Kompas 2012), makanan gorengan umumnya dipanaskan berulang dalam suhu tinggi dan jangka waktu lama (deep frying).

Baca: Tabrak Ojek Online Hingga Kaki Putus, Tiara Ayu Fauziah Ungkap Kepribadiannya yang Ramah

Akibatnya mengandung trans fatty acid yang dibentuk ketika minyak sayuran mengeras karena proses pemasakan yang mampu mengeraskan arteri.

Inilah fakta tentang gorengan seperti yang dikutip dari buku Phaidon dan Widya;

1. Makanan gorengan biasanya menggunakan minyak sayur (canola, kedelai, safflower, jagung) yang dapat menjadi asam dan memproduksi sejumlah besar radikal bebas yang berkontribusi dalam proses peradangan dan kanker.

European Community Multicenter Study on Antioksidant Myocardial Infraction and Breast Cancer (Euramic) menemukan hubungan positif antara konsumsi asam lemak trans dan kanker payudara pada perempuan yang telah mengalami menopause

Baca: Putra Daerah Bali Ini Punya 16 Mobil dengan Puluhan Miliar, Raffi Ahmad Mah Kalah

2. Konsumsi asam lemak trans akan menaikkan kadar kolesterol jahat dan bisa menurunkan kadar kolesterol baik.

Menurut Institute of Food Science and Technology pada 2004, setiap peningkatan 1 % asam lemak trans dapat meningkatkan kadar LDL (lemak jahat) sebesar 0.04 mmol per liter dan menurunkan kadar HDL (lemak baik) sebanyak 0.013 mmol per liter.

Baca: Resmi Menikah, Inilah Potret Pernikahan Aktor Rueben Elishama dengan Artis Malaysia

3. Minyak goreng mengandung bahan kimia yang disebut acrylamide, produk sampingan yang terjadi akibat makanan dimasak pada suhu tinggi.

Acrylamide adalah bahan kimia yang sangat berpotensi menyebabkan kanker dan telah terbukti memiliki sifat, menyebabkan kerusakan sistem saraf pada orang yang terpapar bahan kimia.

Acrylamide ditemukan terutama pada makanan berkabohidrat yang dimasak pada suhu tinggi. (Nakita.ID/Soesanti Harini Hartono)

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help