TribunJakarta/

Sering Makan Nasi Goreng Bersama Timun? Ternyata Peneliti Ungkap Bahayanya, Yuk Cari Tahu!

Radang tersebut muncul karena getah timun yang memiliki senyawa kimia akan bercampur dengan senyawa aldehid.

Sering Makan Nasi Goreng Bersama Timun? Ternyata Peneliti Ungkap Bahayanya, Yuk Cari Tahu!
Huang Kitchen
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Beberapa nasi goreng kerap dihidangkan dengan irisan timur sebagai pelengkapnya.

Ternyata, mengonsumsi nasi goreng disajikan bersamaan dengan timun bisa membahayakan kesehatan.

Dilansir dari Science Daily, peneliti di University of the Basque Country mengatakan jika menggoreng nasi dengan minyak yang sudah pernah dipakai menimbulkan munculnya zat aldehida pada makanan tersebut.

Zat tersebut merupakan senyawa yang cukup beracun. Bisa ditemukan pada minyak yang sudah pernah dipakai atau minyak berkualitas rendah.

Baca: Cumi Isi Goreng Kremes Daun Jeruk Pas Untuk Kumpul Bareng Keluarga, Yuk Buat!

Jika seseorang mengonsumsi makanan yang dimasak dengan minyak seperti ini dan mengonsumsi timun setelahnya, akan terjadi proses kimiawi yang menyebabkan radang pada tenggorokan.

Radang tersebut muncul karena getah timun yang memiliki senyawa kimia akan bercampur dengan senyawa aldehid. Jadinya tenggorokan menjadi tercemar dan tidak sehat.

Lebih parahnya, zat aldehid merupakan pemicu munculnya penyakit neurodegenerative dan beberapa jenis kanker dan penyakit lain yang berhubungan dengan saraf.

Tak hanya nasi goreng, mengonsumsi timun dengan makanan lain yang digorengan dengaN minyak mengandung zat aldehida risikonya sama.

Tapi Anda tak perlu khawatir dengan hal tersebut.

Anda bisa mengakalinya dengan cara sehat.

Baca: Putra Daerah Bali Ini Punya 16 Mobil dengan Puluhan Miliar, Raffi Ahmad Mah Kalah

Pastikan nasi goreng atau gorengan lain digoreng dengan minyak sehat dan higienis.

Hindari pemakaian minyak bekas, minyak dari biji bunga matahari, dan juga minyak goreng curah yang kandungan lemak jenuhnya tinggi.

Pakailah minyak goreng murni, gunakan minyak goreng baru setiap kali memasak, akan lebih baik menggunakan minyak goreng dari kelapa, bukan sawit.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help