TribunJakarta/

Jokowi Dapat Warning dari Survei Median: 46,7 Persen Responden Ingin Presiden Diganti

Dijelaskan, Sudarto yang menjawab ingin Jokowi lanjut adalah 45,22 persen tapi ada 46,37 persen ingin diganti oleh tokoh lain

Jokowi Dapat Warning dari Survei Median: 46,7 Persen Responden Ingin Presiden Diganti
Biro Pers Presiden/Bey Machmudin
Presiden Joko Widodo atau Jokowi membeli motor Royal Enfield Bullet 350cc bergaya chopper setelah melihatnya di kegiatan Sumpah Pemuda di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Oktober 2017 lalu. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Direktur Riset Survei Median Sudarto mengatakan 46,7 persen responden memilih Presiden Jokowi untuk diganti pada 2019 mendatang.

Hal itu didapat dari pertanyaan survei Median, "Apakah pada 2019 nanti sebaiknya Joko Widodo lanjut memimpin lagi menjadi Presiden Republik Indonesia atau sebaiknya digantikan oleh tokoh lain saja?".

Survei dilakukan pada 1.200 responden dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dijelaskan, Sudarto yang menjawab ingin Jokowi lanjut adalah 45,22 persen tapi ada 46,37 persen ingin diganti oleh tokoh lain.

Baca: Tanggapi Pernyataan Amien Rais, Ketua MUI: Sekarang Ini Semua Partai Religius

"Menurut kami ini adalah warning agak kuning kemerah-merahan bagi Jokowi," kata Sudarto di restoran kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Penyebabnya, ujar Sudarto, kebijakan ekonomi Pemerintahan Jokowi belum mampu mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat.

"Mulai sembako mahal, pekerjaan susah, ekonomi sulit, listrik naik, itu masih jadi fakror utama masyarakat ingin mengganti Pak Jokowi dengan kepemimpinan lain. Walaupun di sisi lain masyarakat sudah puas dengan pembangunan infrastruktur," jelasnya.

Meski demikian, hasil survei tersebut masih bisa berubah jika menjelang pemilihan nanti Pemerintahan Jokowi dapat mengubah perekonomian menjadi pro rakyat.

"Ini bisa membaik atau tidak tergantung kebijakan Pak Jokowi. Jika tidak pro rakyat maka tidak yakin elektabilitasnya bisa meningkat," ujarnya. (Rina Ayu Panca Rini)

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help