Kasus First Travel

JPU Minta Aset Bos First Travel Berupa Restoran di London untuk Disita

Diperkirakan aset restoran Nusa Dua yang berada di London berkisar Rp 8 miliar sampai Rp 10 miliar

JPU Minta Aset Bos First Travel Berupa Restoran di London untuk Disita
TRIBUNJAKARTA.COM/MUSLIMIN TRISYULIONO
Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (11/4/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Muslimin Trisyuliono

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Jaksa Penuntut Umum (JPU), L Tambunan meminta kepada majelis hakim agar aset bos First Travel berupa restoran yang berada di London, Inggris untuk disita.

Ia terlihat memberikan berkas kepada hakim ketua Sobandi untuk menyita aset restoran bernama Nusa Dua di London, Inggris.

Diduga pembelian aset tersebut dari rekening penampungan PT First Travel.

"Setelah penyidikan berakhir ditemukan ada aset sebuah restoran nusa dua yang berada di london pembeliannya diduga berasal dana para calon jemaah," ujar L Tambunan setelah persidangan, Senin (16/4/2018).

Pembelian aset tersebut L Tambunan menjelaskan atas nama Usya yang sudah mengakui selaku pengelola restoran saat persidangan sebelumnya.

Baca: Bos First Travel Kenakan Kemeja Merk Ternama Louis Vuitton saat Hadiri Sidang

Usya selaku pengelola sudah memberikan kuasa kepada jaksa penuntut umum dalam penguasaan restoran nusa dua yang berada di London.

"Maka berdasarkan ketentuan pasal 81 undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kita sudah meminta pada majelis untuk disita menjadi barang bukti menjadi bukti dalam perkara ini," tambahnya.

L Tambunan menegaskan untuk penyelidikan aset-aset yang dimiliki oleh ketiga Bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Siti Nuraidah masih terus dilakukan.

Halaman
12
Penulis: Muslimin Trisyuliono
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help