TribunJakarta/

Kedekatan Emosional, Kerabat Gelar 'Nujuhari Danarto' di UIN Syarif Hidayatullah

"Nujuhari" merupakan satu tradisi untuk mengenang dan mendoakan sesaorang yang wafat pada hari ke tujuhnya.

Kedekatan Emosional, Kerabat Gelar 'Nujuhari Danarto' di UIN Syarif Hidayatullah
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Acara 'Nujuhari Danarto' di aula student center Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Senin (16/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Sejumlah kerabat sastrawan besar Indonesia, Danarto menggelar acara 'Nujuhari Danarto', Senin (16/4/2018)

Acara digelar di aula student center Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

"Nujuhari" merupakan satu tradisi untuk mengenang dan mendoakan sesaorang yang wafat pada hari ke tujuhnya.

Baca: Dimaki dan Mobilnya Dipukul Pengendara Motor, Artis Korea Lapor ke Polsek Tanah Abang

Kerabat sekaligus dramawan yang aktif membina teater di UIN Bambang Prihadi,mengatakan ia bersama kawan-kawan mengadakan acara nujuhari karena kedekatan emosional dan besarnya perhatian yang diberikan Danarto.

"Karena teman-teman emosional, perhatian beliau (Danarto) kepada kami dan teman-teman di UIN sangat besar, sampai pada hal yang paling sangat manusiawi," ujar Bambang.

Bagi Bambang dan teman-teman seniman lainnya, Danarto merupakan sosok teman sekaligus guru. Karya-karyanya pun sering dimainkan dan diapresiasi di UIN.

Baca: Riza Shahab Terjerat Narkoba: Kronologi, Ditangkap Usai Pesta Sabu, Hirup Udara Bebas

Om Beng, panggilan akrab pria yang juga aktif membina teater di UIN tersebut terkenang akan istilah Danarto mengenai 'teater tanpa penonton'.

Ia mengungkapkan istilah tersebut bermakna bahwa penonton dan masyarakat adalah bagian dari teater itu sendiri.

"Seperti teater tradisional, dekat dengan masyarakat," ujar Om Beng.

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, acara nujuhari ini dihadiri ratusan orang dari berbagai kalangan, mahasiswa, sastrawan, dramawan, seniman hingga sanak familinya.

Acara dimulai dengan pembacaan yasin dan tahlil, lalu dilanjut dengan penyampaian kesaksian tentang sosok penulis kumpulan cerpen 'Setangkai Melati di Sayap Jibril' tersebut.

Setelah itu juga ada penampilan seni mengapresiasi karya Danarto.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help