Kisah Pelajar SMK Harus Tinggal di Kuburan, Uang Jajan dari Tetangga

Saat masih berseragam Sekolah Dasar (SD), Bagas menerima kenyataan pahit, sang ayah meninggal dunia.

Kisah Pelajar SMK Harus Tinggal di Kuburan, Uang Jajan dari Tetangga
Tribun Solo/Efrem Siregar
Bagas Ugara 

TRIBUNJAKARTA.COM, KARANGANYAR - Masa kecil pelajar SMK asal Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, bernama Bagas Ugara tak seindah lembaran hidup anak-anak lainnya.

Saat masih berseragam Sekolah Dasar (SD), Bagas menerima kenyataan pahit, sang ayah meninggal dunia.

Ia pun hidup di bawah asuhan sang ibu, kakak, dan pamannya.

Namun, himpitan ekonomi selalu mencemaskan kehidupan keluarganya.

Baca: Riza Shahab Terjerat Narkoba: Kronologi, Ditangkap Usai Pesta Sabu, Hirup Udara Bebas

Lelaki kelahiran Oktober 2002 ini bahkan harus tinggal di dalam sepetak rumah yang ada di pekarangan tanah makam Kayumas, Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar.

Bagas mengaku telah menempati rumah itu sejak di Taman Kanak-kanak (TK).

Udara dingin yang menyusup dari batu nisan saat mereka tidur hanya dilawan lewat selimut tipis dari seprei kasur.

Baca: Warga Kampung Akuarium Ini Tinggal di Tenda, Sementara Anaknya Memilih di Rusun

“Kadang kalau mau berangkat sekolah dikasih uang (oleh tetangga),” ungkapnya kepada TribunSolo.com saat menghadiri ulang tahun Pejuang Sosial Community, Minggu (15/4/2018).

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help