Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Anak Punk di Bekasi

Selama satu minggu pihaknya melakukan penyelidikan sampai pada, Minggu 15 april 2018 para pelaku berhasil ditangkap

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Anak Punk di Bekasi
NET
Ilustrasi penangkapan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG - Polsek Cikarang selatan berhasil menangkap pelaku pembunuhan anak Punk yang terjadi di Jalan Raya Cikarang-Cibarusah, Kampung Cijambe RT 007/003, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu, 8 April 2018.

Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Alin Kuncoro mengatakan, pihaknya berhasil menangkap empat dari lima pelaku pembunuhan laki-laki bernama W (18).

Selama satu minggu pihaknya melakukan penyelidikan sampai pada, Minggu 15 april 2018 para pelaku berhasil ditangkap.

"Kami sudah tangkap empat tersangka berinisial AR (23), JJ (16), MAP (14), dan AFB (16), satu lagi D masih dalam pencarian kepolisian," kata Alin, Senin (16/4/2018).

Keempat pelaku ditangkap ditempat terpisah, diantaranya AR, MAP, AFB ditangkap di daerah Sumedang, Jawa Barat, sementara JJ ditangkap kepolisian di rumahnya daerah Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Baca: Anak Terduga Korban Persekusi di Bekasi Masih Kerap Mengurung Diri

Sebelumnya W diketahui tewas, jenazahnya ditemukan dipinggir jalan tertutup triplek, Alin meceritakan korban tewas akibat luka di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul, serta beberapa luka tusukan di bagian pinggang menggunakan tanduk rusa.

"Perannya AR,MAP, AFB memukul kepala pakai batu bata serta menusuk pinggang korban menggunakan tanduk rusa kecil secara bergantian, JJ dia memukuli korban pake batu," kata Alin.

Usai menganiaya korban, kelima pelaku langsung kabur, hingga pada keesokan harinya yakni warga menemukan jasad W bersimbah darah, pada saat itu Polisi langsung memebawa jasadnya ke RS Keramat Jati untuk di outopsi.

Motif para pelaku kata Kapolsek berawal dari peselisihan sepele, kelima pelaku yang juga anak Punk saat itu tersingung dengan W hingga berujuk pada perkelahian sampai akhirnya terbunuh.

"Mereka sebetulnya tidak ada niat untuk membunuh korban, namun karena luka akibat tusukan dan pukulan benda tumpul di kepala membuat korban kehabisan darah dan tewas," jelas Alin

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya para pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help