Kasus First Travel

Saksi Meringankan Sebut First Travel Berniat Memberangkatkan Jemaah Sebelum Izin Dicabut

Ia menjelaskan bahwa jadwal pemberangkatan jemaah sudah ditanda tangani oleh pihak First Travel pada bulan Agustus 2017

Saksi Meringankan Sebut First Travel Berniat Memberangkatkan Jemaah Sebelum Izin Dicabut
TribunJakarta.com/Muslimin Trisyuliono
Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan First Travel beragendakan dengarkan keterangan saksi meringankan dari kuasa hukum terdakwa di Pengadilan Negeri Depok, Senin (16/4/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Muslimin Trisyuliono

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Abdul Salam saksi calon jemaah yang didatangkan kuasa hukum untuk meringankan terdakwa ketiga bos First Travel mengatakan perusahaan umrah itu berniat untuk memberangkatkan jemaah.

Dalam keterangannya kepada hakim ketua Sobandi ia mengatakan pihak First Travel berniat ingin memberangkatkan jemaah First Travel setelah melakukan perjanjian kepada Kementerian Agama (Kemenag).

Abdul Salam dalam persidangan First Travel menjelaskan, niat tersebut gagal setelah izin perusahaan dicabut.

"Kalau tidak salah izin dari First Travel dicabut oleh Kementerian Agama (Kemenag) sehingga tidak sempat diberangkatkan," ujar Abdul Salam saksi saat persidangan, Senin (16/4/2018).

Ia menjelaskan bahwa jadwal pemberangkatan jemaah sudah ditanda tangani oleh pihak First Travel pada bulan Agustus 2017.

Baca: Sidang Lanjutan First Travel Hari Ini Hanya Dengarkan Keterangan Satu Orang Saksi

'Dan akan diberangkatkan rencananya pada bulan November dan Desember 2017," tuturnya.

Dalam persidangan ketiga terdakwa Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Siti Nuraidah tidak memberikan pertanyaan kepada saksi tersebut.

Ketiga terdakwa Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan didakwa melanggar pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 372 KUH junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 3 Undang - Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang junto pasal 55 ayat (1) KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, terdakwa Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, adik Annisa djerat pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP atau pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Adapun total kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 905,33 miliar dari total 63.310 calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan.

Ketiga terdakwa terancam hukuman penjara 20 tahun lebih sampai seumur hidup.

Penulis: Muslimin Trisyuliono
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help