Vladimir Putin Warning AS Soal Serangan Jilid II ke Suriah, Begini Faktanya

Presiden Rusia Vladimir Putin memberi peringatan dini atas serangan Amerika Serikat berikut Inggris dan Perancis ke Suriah.

Vladimir Putin Warning AS Soal Serangan Jilid II ke Suriah, Begini Faktanya
Associated Press
Seorang tentara Suriah tengah mengabadikan foto reruntuhan gedung yang diduga merupakan pusat penelitian senjata kimia, usai serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat, Perancis dan Inggris ke Suriah 

Serangan udara itu digelar setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat (13/4/2018) malam akhirnya memerintahkan serangan terhadap Suriah.

Tonton juga:

Misil Mewah
Salah satu peralatan tempur canggih yang dikerahkan Amerika Serikat saat menyerang Suriah pada Sabtu (14/4/2018) adalah sebuah misil AGM-158B JASSM-ER.

Misil ini ditembakkan dari pesawat pengebom Lancer B-1B yang terbang di atas Damaskus untuk menghantam situs-situs pembuat senjata kimia Suriah.

Misil produksi Lockheed Martin khusus untuk militer AS ini mampu terbang sejauh 575 mil atau sekitar 925 kilometer. Dengan menggunakan sistem pencitraan infra merah misil ini bisa mengenai target dengan ketepatan yang amat tinggi.

Bahkan misil ini bisa mengenai sasaran yang hanya berukuran sekitar tiga meter.

Kemampuan jelajahnya yang amat jauh membuat kru pesawat pengebom jauh dari bahaya terkena tembakan sistem pertahanan udara.

Baca: The Jakmania Yakin Dukungan Mereka Bisa Buat Persija Terus Menang

Demikian pernyataan Lockheed Martin. Lockheed Martin menggambarkan misil ini merupakan senjata dengan daya jelajah dan presisi tinggi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan militer AS.

Menurut situs AU Amerika Serikat, misil ini menggunakan navigasi inersia dan sistem pemosisian global (GPS) untuk menemukan sasarannya.

Halaman
123
Penulis: Ria Anatasia
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help